Perubahan Pendekatan Charles Leclerc dalam Mendekati Ferrari di Musim 2026
Charles Leclerc, pembalap Formula 1 yang menjadi sorotan di Monaco Grand Prix, terlihat mengadopsi pendekatan yang lebih instruktif bersama tim Ferrari. Hal ini berbeda dengan pesan radio frustrasinya sebelumnya di balapan tersebut.
Leclerc yang berharap meraih podium di depan penonton setianya harus mengubur mimpi itu setelah menghantam pembatas lintasan setelah restart di Monte Carlo. Pembalap asal Monako tersebut mengklaim masalah rem membuatnya terlibat kecelakaan. Namun, saat berbicara dengan media setelah balapan, ia menolak untuk sepenuhnya meminta maaf seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Selain interaksi dengan media, Leclerc terlihat berada di garasi Ferrari dalam diskusi yang memanas dengan timnya setelah balapan tersebut.
Perubahan Pendekatan Leclerc Versi Naomi Schiff
Menyampaikan pendapatnya dalam podcast Up To Speed setelah kemenangan historis Kimi Antonelli di Monte Carlo, Naomi Schiff menyoroti perubahan sikap Leclerc dan cara dia berkomunikasi dengan tim Ferrari.
“Saya harus mengatakan, Charles jelas, seperti yang telah kita sebutkan, tidak selalu benar, namun Ferrari juga, dalam banyak kesempatan, tidak selalu benar. Dan saya melihat perbedaan dalam Charles tahun ini dalam cara dia menangani situasi, cara dia berkomunikasi apa yang dia butuhkan dan inginkan dari tim,” ujarnya.
“Terkadang lewat radio tahun ini, saya pikir dia menjadi lebih menuntut. Dia tidak lagi merasa seolah-olah dia berutang sesuatu kepada tim. Dia berkata, ‘Baiklah. Jika kita ingin mulai memenangkan kejuaraan, ini yang saya butuhkan dari Anda. Berikan ini kepada saya. Jangan berikan ini.'”
“Dan dia menjadi lebih cerdas dalam cara dia berurusan dengan tim.”
Leclerc Berikutnya ke Grand Prix Spanyol di Barcelona
Leclerc akan perlu melupakan kekecewaannya di Monaco ketika sirkuit balap bergerak ke Spanyol untuk Grand Prix Barcelona-Catalunya pada 12-14 Juni mendatang.





