Ulat Bulu Serang Jantung Raksasa Eropa: Warga Mulai Frustrasi!

by -86 Views

Wabah Ulat Bulu Bermusuhan di Berlin

Jakarta, CNBC Indonesia – Wabah ulat bulu berbahaya sedang meluas di seluruh wilayah Ibu Kota Jerman, Berlin. Serangan hama ini memaksa penutupan sejumlah fasilitas umum dan memicu peringatan kesehatan di taman kota hingga area pemukiman warga.

Mengutip Rusia Today, jenis ulat yang menyerang tersebut adalah ulat prosesi ek. Ulat ini merupakan hama pemakan pohon yang dipenuhi bulu menyengat yang sangat beracun.

Kawasan Terparah dan Dampak di Perumahan Warga

Pihak berwenang dan pengelola taman telah mengeluarkan peringatan di seluruh Berlin dan Potsdam pada Senin, (08/06/2026). Mereka menutup area yang terinfeksi secara ketat. Fasilitas olahraga hingga jalur pejalan kaki juga ditutup untuk sementara waktu.

“Wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Charlottenburg-Wilmersdorf dan Treptow-Köpenick. Distrik Steglitz-Zehlendorf dan Spandau juga mengalami kondisi serupa. Wilayah-wilayah tersebut memiliki banyak jalanan dan taman yang dipenuhi pohon ek,” ujar laporan itu.

Mengutip harian B.Z., ulat beracun ini juga telah menyebar ke seluruh kawasan perumahan Jungfernheide. Kawasan perumahan tersebut dihuni oleh lebih dari 11.000 warga. Ulat ini merayap dan menempel di dinding bangunan serta mobil milik warga. Hama ini juga menginfeksi kusen pintu hingga pagar pembatas dan tiang lampu.

Aksi Langkah dan Harapan Warga

Para politisi lokal mengkritik koordinasi antar instansi pemerintah yang dinilai sangat buruk. Lembaga kesehatan setempat memiliki kewenangan yang sangat terbatas untuk melakukan intervensi. Hama ini belum masuk dalam kategori hama kesehatan masyarakat.

Warga yang merasa frustrasi akhirnya meluncurkan sebuah petisi online. Petisi tersebut menuntut rencana perlindungan yang mengikat untuk wilayah Jungfernheide. Gerakan ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 4.500 tanda tangan warga.

Para ahli memprediksi bahwa wabah ini akan menjadi jauh lebih buruk. Cuaca yang hangat dan kering sangat mendukung penyebaran ulat tersebut. Hama berbahaya ini ternyata tidak hanya melanda wilayah Jerman saja, tetapi juga sebagian besar wilayah Eropa lainnya.

Source link