Garuda di Dadaku Terbang: Animasi Lokal Bidik Dunia!

by -73 Views

Film animasi “Garuda di Dadaku” kini hadir dengan tampilan baru yang lebih segar, mengisahkan perjalanan seorang anak dalam mengejar impian di dunia sepak bola. Melalui cerita ini, film tersebut menghadirkan semangat baru yang menggugah hati penonton Indonesia.

Fokus Cerita

Kisah film ini berpusat pada Putra, seorang bocah yang bercita-cita menjadi pesepak bola terbaik Indonesia. Meskipun dihadapkan dengan berbagai rintangan dan keraguan dari sekitarnya, Putra tetap gigih mengejar mimpinya.

Perjalanan Putra tidaklah mulus. Ia mengalami kegagalan, konflik dengan teman sebaya, dan terkadang terbawa angkuh. Namun, dukungan dari sahabat dan orang-orang yang percaya padanya menjadi motivasi Putra untuk bangkit dan meraih mimpinya.

Karya Asli Indonesia

“Garuda Didadaku” disutradarai oleh Ronny Gani, yang memiliki pengalaman dalam tim animasi film Marvel Cinematic Universe dan “Transformers: Age of Extinction.” Film ini didukung oleh beberapa pihak termasuk Springboard, Dasun Pictures, AHHA Corp, Robot Playground Media, dan PK Films.

Produksi film ini melibatkan sekitar 500 animator Indonesia dari berbagai studio lokal di berbagai kota. Proses pembuatannya selama tiga tahun tanpa menggunakan kecerdasan buatan, menghasilkan animasi yang orisinal dan berkualitas.

Desain karakter yang unik dan komikal serta sentuhan unsur fantasi dalam animasi ini memberikan nuansa berbeda dan menarik. Lagu-lagu ikonis yang diaransemen ulang oleh Isyana Sarasvati turut membangkitkan semangat nasionalisme dalam film ini.

Kehadiran ulang “Garuda di Dadaku” dalam versi animasi ini juga merupakan upaya untuk memperluas pengaruh dari Kekayaan Intelektual (KI) karya ini, serta mendorong perkembangan industri animasi lokal.

Prestasi film ini juga terlihat dari partisipasinya dalam Shanghai International Film Festival tahun 2026 dalam kategori film animasi, dan minat dari negara lain seperti Malaysia untuk menayangkannya. Dukungan penuh dari pemerintah, terutama Kementerian Ekonomi Kreatif, semakin memperkuat posisi film animasi ini.

Penayangan perdana “Garuda di Dadaku” versi animasi ini yang bertepatan dengan Piala Dunia 2026 menandai momentum penting bagi perfilman animasi Indonesia yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.

Source link