Pedagang Berteriak: Rahasia Memaksimalkan Profit Industri

by -62 Views

Penjualan Ritel di China Merosot, Industri Tengah Menikmati Cuan

Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan ritel di China kian merosot, imbas dari kian melemahnya permintaan domestik. Namun, negeri tirai bambu itu justru kini tengah menikmati pertumbuhan ekspor, yang membuat sektor industri justru menikmati cuan tinggi.

Penjualan Ritel Turun Pertama Kalinya dalam Tiga Tahun

Berdasarkan laporan Reuters, kondisi itu membuat perekonomian China kini tengah mengalami peningkatan ketimpangan. Penjualan ritel jatuh untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan investasi merosot, sementara output industri justru mengalami percepatan.

Kondisi ini pun membuat fenomena pola pertumbuhan dua kecepatan atau two-speed growth muncul di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu. Sektor pabrik terdongkrak oleh kinerja ekspor yang di luar dugaan tangguh, namun permintaan domestik melemah di tengah kelesuan pasar properti yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Penurunan Penjualan Ritel

Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) China menunjukkan penjualan ritel, yang menjadi indikator utama konsumsi, merosot 0,6% pada Mei. Angka ini berbalik arah dari kenaikan 0,2% pada April, sekaligus berada di bawah perkiraan 0,0% dalam jajak pendapat Reuters. Ini merupakan penurunan bulanan pertama sejak Desember 2022.

Merosotnya kinerja penjualan ritel yang menandakan perekonomian China tengah rapuh itu terlihat dari kinerja sektor otomotif. Penurunan penjualan mobil domestik berlanjut selama delapan bulan berturut-turut pada Mei. Pengeluaran wisatawan selama libur Hari Buruh juga tidak memberikan dorongan pertumbuhan. Basis perbandingan yang tinggi pada Mei tahun lalu turut berkontribusi terhadap penurunan ini.

Industri China Justru Tengah Nikmati Cuan

Terlepas dari permasalahan lemahnya konsumsi dalam negeri, output industri di China justru melonjak 4,5% pada Mei dari tahun sebelumnya, meningkat dari pertumbuhan 4,1% pada April dan melampaui ekspektasi kenaikan sebesar 4,3%.

Lonjakan investasi AI global dan permintaan teknologi terkait telah membantu produsen terbesar di dunia ini mengimbangi dampak ekspor yang sempat dikhawatirkan banyak pihak akibat perang Iran. Data investasi juga jauh lebih lemah dari yang diperkirakan. Investasi aset tetap turun 4,1% dalam lima bulan pertama tahun 2026, menyusul penurunan 1,6% pada Januari-April.

Para ekonom mengatakan ekspor yang kuat dapat terus menjadi penopang bagi pertumbuhan ekonomi China tahun ini, tetapi surplus perdagangan yang kian melebar berpotensi memicu perselisihan.

Source link