Hubungan AS-Iran: Dampak Damai untuk Dunia

by -74 Views

IEA: Pasokan Minyak Global Terancam Banjir Pasca-Perang Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasokan minyak bumi dunia mengalami shake-up yang signifikan akibat perang Iran yang sedang terjadi. Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa meskipun resolusi damai nampak di depan mata, hal ini justru bisa memicu lonjakan produksi minyak dan menyebabkan banjir pasokan yang berlebihan pada tahun depan.

Dampak Perang Iran terhadap Pasokan Minyak Global

IEA merilis laporan pasar minyak bulanan terbaru yang mencatat penurunan signifikan dalam tingkat permintaan minyak mentah global. Volume pengiriman minyak turun drastis hingga 5 juta barel per hari pada kuartal kedua tahun ini akibat hantaman perang. Pasokan global turun ke level 94,5 juta barel per hari pada bulan Mei, menunjukkan penurunan sebesar 600,000 barel per hari secara bulanan.

Selain itu, IEA memperkirakan adanya surplus pasokan minyak yang signifikan pada tahun depan. Pasokan global diproyeksikan akan melonjak hingga 110 juta barel per hari pada 2027, sedangkan pemulihan permintaan diprediksi hanya sebesar 2 juta barel per hari, mencapai level 105,3 juta barel per hari.

Prospek Pasar Minyak ke Depan

Menurut analisis IEA, normalisasi pasokan minyak akan membutuhkan waktu berbulan-bulan meskipun ada tanda-tanda pemulihan. Pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz serta pemulihan rantai pasok global menjadi kunci dalam proses ini. Cadangan minyak global terus terkuras selama konflik teror, dengan stok minyak dunia menyusut hingga 143 juta barel pada bulan Mei.

Para investor global saat ini tengah memantau dampak nota kesepahaman damai antara AS dan Iran. Harga minyak mentah dunia langsung merespons negatif menjelang penandatanganan kesepakatan formal di Jenewa. Sentimen pasar dipengaruhi oleh volume minyak Iran yang dibawa melalui Selat Hormuz serta proyeksi surplus pasokan pada tahun depan.

Analis memperkirakan bahwa harga minyak telah mencapai titik terendah mereka, dan kepastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz akan memengaruhi keseimbangan pasar minyak dunia ke depan. Tantangan terbesar adalah seberapa besar volume aliran minyak yang akan kembali mengalir ke pasar internasional.

Source link