Alasan Mundurnya PM Inggris Starmer dan Perubahan Opini Publik

by -77 Views

Krisis Kepemimpinan Inggris: Keir Starmer Mundur setelah Menyebabkan Kemarahan Massa

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan rencana mengundurkan diri. Hal ini dikatakannya Senin (22/6/2026) dalam sebuah pernyataan di depan Downing Street.

Nominasi pemimpin baru akan dibuka 1 Juli. September, negeri itu diharapkan mendapatkan PM baru.

Starmer memimpin Inggris selama dua tahun. Awalnya ia memenangkan kepemimpinan di Partai Buruh dari Jeremy Corbyn tahun 2024, yang disebutnya mendorong anti-Semitisme.

Kegagalan Kebijakan Starmer

Starmer yang dicap sebagai PM paling tidak populer dalam sejarah saat ini, menghadapi kegagalan dalam kebijakan fiskalnya. Dalam upayanya untuk merapikan keuangan publik, Starmer menaikkan pajak penghasilan, dividen, asuransi nasional, serta pajak properti. Namun, hal ini tidak mendapatkan dukungan masyarakat karena tidak meringankan beban hidup yang semakin berat.

Selain itu, keputusannya untuk memotong kesejahteraan juga memicu kemarahan masyarakat. Pemotongan yang merugikan para pensiunan ini akhirnya harus dia batalkan setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Skandal dan Kontroversi

Selama masa kepemimpinannya, Starmer terlibat dalam sejumlah skandal dan kontroversi, mulai dari hubungan dengan pemodal pedofil hingga perselisihan dengan tokoh terkenal seperti Elon Musk. Sikapnya terhadap isu imigrasi ilegal dan Palestina juga membuatnya kehilangan dukungan di berbagai kalangan.

Ditambah lagi dengan tindakan represifnya terhadap demonstran anti-imigran dan seruan untuk pengawasan bahasa yang dianggap meredupkan kebebasan berpendapat, Starmer semakin kehilangan kredibilitasnya di mata rakyat.

Andy Burnham, yang baru saja memenangkan pemilihan sela di Manchester, kini menjadi harapan baru bagi masyarakat inggris untuk memimpin negeri dengan lebih baik. Burnham dianggap lebih bersih dan jauh dari sentuhan elit London yang kerap dianggap merugikan rakyat jelata.

Source link