Strategi Purbaya: Kejar Pertumbuhan 6% Meski Harga Minyak Naik

by -67 Views

Menteri Keuangan Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Meski Harga Minyak Tinggi

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap bisa tumbuh tinggi di tengah kondisi harga minyak global yang tinggi. Menurutnya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh dengan baik meskipun harga minyak sedang tinggi.

Purbaya menjelaskan bahwa daya tahan pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga karena risiko dari harga minyak global telah diserap oleh APBN sebagai shock absorber. Dampaknya adalah daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

Harga Minyak Mentah Dunia Meningkat

Harga minyak mentah dunia, baik acuan Brent maupun WTI, telah melonjak sejak beberapa bulan terakhir dan menyentuh level di atas US$110 per barel. Hal ini disebabkan oleh konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang mempengaruhi jalur perdagangan minyak dunia.

Dampak dari kenaikan harga minyak dunia mencapai Indonesia, di mana harga minyak acuan Indonesia (ICP) juga mengalami kenaikan. ICP pada Mei 2026 mencapai US$106,56 per barel, meningkat 65% dibandingkan dengan Januari 2026.

Dampak Kenaikan Harga Minyak ke Dalam Negeri

Kenaikan harga minyak dunia berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi di Indonesia. Meskipun demikian, harga BBM subsidi seperti RON 90 Pertalite belum mengalami kenaikan.

Meskipun terjadi kenaikan harga BBM, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal dua 2026 mendekati 6%. Pernyataan ini disampaikan dalam Media Briefing pada bulan April.

Jadi, meskipun harga minyak dunia sedang tinggi, Indonesia tetap bisa menjaga pertumbuhan ekonominya dan daya beli masyarakat.

(arj/arj)

Source link