JAKARTA – Spotify, platform musik digital terbesar di dunia, menjelaskan bahwa pembayaran royalti yang diterima oleh musisi tidak langsung disalurkan kepada mereka. Sebagai gantinya, pembayaran tersebut terlebih dahulu diberikan kepada pemegang hak cipta seperti label rekaman, distributor, dan penerbit musik, sebelum akhirnya sampai kepada para artis sesuai kesepakatan yang berlaku.
Royalti Streaming Spotify
Menurut Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, model bisnis Spotify didasarkan pada pendapatan iklan dan biaya langganan pengguna. Sebanyak 70 persen dari total pendapatan yang diperoleh dikembalikan kepada pemegang hak cipta dalam bentuk royalti. Pada tahun 2025, industri musik global menerima pembayaran royalti lebih dari US$11 miliar, jumlah ini merupakan yang terbesar dalam sejarah layanan streaming musik.
Spotify Bayar Lebih dari US$11 Miliar pada 2025
Gustav menjelaskan bahwa walaupun jumlah royalti yang besar telah dibayarkan, namun pembayaran tersebut tidak langsung sampai kepada para musisi. Spotify membayar pemegang hak cipta seperti label, distributor, atau penerbit musik. Besarnya jumlah yang diterima oleh setiap artis bergantung pada perjanjian yang mereka miliki. Secara keseluruhan, Spotify telah mengalirkan hampir US$70 miliar kepada pemegang hak cipta selama tiga dekade terakhir.
Spotify juga mencatat pertumbuhan positif bagi musisi Indonesia. Royalti yang diterima oleh musisi Tanah Air melalui platform tersebut meningkat lebih dari 16 persen dalam setahun terakhir. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, total royalti yang diterima musisi Indonesia melalui Spotify meningkat lebih dari dua kali lipat, menunjukkan perkembangan yang positif dalam pasar musik digital global.
Pendengar Luar Negeri Sumbang 60 Persen Royalti
Fakta menarik lainnya adalah sekitar 60 persen royalti yang diterima oleh musisi Indonesia di Spotify berasal dari pendengar di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa platform streaming musik telah membuka peluang lebih luas bagi musisi Indonesia untuk menembus pasar global. Gustav menambahkan bahwa saat ini, geografi bukan lagi menjadi penghalang kesuksesan musisi, karena seniman Indonesia dapat menjangkau audiens internasional melalui platform seperti Spotify.
Dengan semakin berkembangnya pasar musik digital global, peluang bagi musisi Indonesia untuk mendapatkan pendapatan dari audiens internasional diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

