Isack Hadjar Siap Perbaiki Start Buruk di GP Austria
Pembalap Red Bull Formula 1, Isack Hadjar, memiliki prioritas utama untuk menghindari penambahan posisi yang hilang saat balapan dimulai di Grand Prix Austria akhir pekan ini.
Start Balapan Jadi Masalah
Mulai balapan telah menjadi titik lemah bagi Red Bull dan tim saudara mereka, Racing Bulls, karena mereka beradaptasi dengan unit daya baru dari Red Bull-Ford Powertrains yang bahkan dinilai sebagai mesin V6 terkuat.
Hadjar khususnya mengalami kesulitan dengan prosedur peluncuran mobilnya. Selama tujuh balapan pertama, Hadjar kehilangan 21 posisi di lap pertama. Barcelona menjadi yang terburuk bagi Hadjar, dengan kegagalan anti-stall yang membuatnya turun dari posisi keenam ke 13.
Hadjar sangat menekankan bahwa tidak ada yang bisa dilakukannya dari kokpit dan mendorong timnya untuk menangani masalah tersebut.
Verstappen dan Masalah Start
Verstappen juga mengalami kesulitan dengan start, meskipun dia telah berhasil meminimalkan kehilangan posisi kecuali kegagalan di awal di Monaco. Demikian pula, pembalap lain di Racing Bulls, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, juga mengalami start buruk di Spanyol, dengan kehilangan total 10 posisi di lap pertama.
Setelah balapan tersebut, kepala Red Bull F1, Laurent Mekies, mengakui unit daya F1 Red Bull pertama kali memiliki “jendela sangat sempit” untuk meluncur, yang sedang mereka coba atasi.
Isack Hadjar dan tim Red Bull harus memperbaiki masalah start mereka jika ingin bersaing di GP Austria akhir pekan ini.





