Iran Dihebohkan oleh Serangan Drone: Dalangnya Terungkap

by -66 Views

Iran Meluncurkan Serangan Udara ke Pangkalan Militer Partai Oposisi Kurdi

Jakarta, CNBC Indonesia – Rezim Iran meluncurkan serangan udara menggunakan dua unit pesawat nirawak (drone) yang menyasar langsung pangkalan militer milik Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI) di sub-distrik Degala, Erbil, pada Rabu malam. Serangan udara agresif ini menjadi rentetan aksi militer Teheran yang sengit guna membombardir markas besar hingga kamp-kamp pengungsian faksi oposisi Kurdi di wilayah otonomi Irak.

Mengutip laporan Jerusalem Post, Kamis (02/07/2026), perwakilan KDPI mengonfirmasi bahwa kedua drone tempur tersebut meledak tepat di area basis pertahanan mereka. Beruntung, insiden ledakan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena tidak ada personel milisi Peshmerga yang tengah berjaga di lokasi target pada saat serangan berlangsung.

Tindakan Militer Iran Menghadapi Oposisi Kurdi di Wilayah Kurdistan

Kendati demikian, di wilayah barat Iran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan berhasil membantai lima pejuang Kurdi dari faksi KDPI melalui sebuah operasi jebakan (ambush) dan kontak senjata yang pecah di kawasan Ghezqapan, dekat kota Piranshahr.

Langkah militer Teheran yang sengaja memperluas serangan ke basis KDPI ini dinilai sebagai strategi taktis untuk mencegah kelompok berhaluan sentris-nasionalis tersebut ikut bergabung mengangkat senjata bersama Partai Kehidupan Bebas Kurdistan (PJAK) yang telah terlibat bentoran hebat dengan IRGC selama beberapa hari terakhir.

Kontroversi Rencana Penggulingan Rezim Teheran

Di sisi lain, meluasnya pertempuran di tanah Kurdi ini sekaligus membongkar dokumen rahasia mengenai kegagalan rencana badan intelijen Israel (Mossad) yang sempat ingin memanfaatkan kekuatan militer etnis Kurdi Iran dan Irak untuk melakukan kudeta atau pergantian rezim di Teheran. Rencana kudeta bersenjata tersebut dipastikan kandas total setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mutlak menggunakan hak veto politiknya untuk mematikan operasi intelijen itu.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang berbicara dalam pengarahan bersama jurnalis militer pada hari Senin menunjukkan sikap skeptis dan enggan memberikan dukungan terbuka terhadap draf rencana tersebut, berbeda dengan para petinggi Mossad yang meyakini operasi pelumpuhan Iran itu bisa saja sukses besar andai tidak dijegal oleh veto Trump.

Bahkan, pasukan milisi Kurdi dilaporkan telah selesai menerima pasokan persenjataan canggih hasil rampasan militer IDF dari tangan Hamas di Gaza serta Hezbollah di Lebanon, lengkap dengan program pelatihan taktis komando yang diberikan langsung oleh instruktur militer Israel.

Hingga saat ini, perdebatan politik masih terus bergulir mengenai siapa aktor utama yang berhasil menghasut Trump untuk menolak operasi berdarah tersebut, di mana beberapa pihak menuduh keterlibatan intervensi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Source link