Peluang dan Risiko Surat Utang Korporasi Saat Bunga Naik

by -50 Views

Jakarta, CNBC Indonesia- Tidak bisa dipungkiri bahwa suku bunga tinggi dan inflasi yang terus meningkat menjadi tantangan yang signifikan bagi pasar keuangan Indonesia, terutama dalam hal minat investasi di pasar utang sepanjang tahun 2025.

Gejolak Pasar Akibat Risiko Geopolitik dan Kebijakan Moneter

Direktur PEFINDO, Hendro Utomo menjelaskan bahwa ketidakpastian akibat risiko geopolitik telah menciptakan pasar yang berfluktuasi dan kebijakan moneter yang cenderung hawkish dengan kenaikan suku bunga dapat meredam pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, yield obligasi tetap tinggi dan inflasi yang terus melonjak dianggap dapat memberikan tekanan terhadap aktivitas bisnis dan kebutuhan pembiayaan secara keseluruhan.

Dalam menghadapi kondisi ini, pemerintah diharapkan untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB guna tetap menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal. Langkah ini diharapkan juga dapat menekan kebutuhan pembiayaan baru. Sementara itu, dengan jumlah surat utang yang jatuh tempo yang cukup besar, permintaan terhadap instrumen utang baru diprediksi akan terus meningkat di tengah gejolak pasar.

Tantangan dalam Memilih Surat Utang Korporasi

Di sisi surat utang korporasi, para investor diharapkan untuk tetap waspada dan selektif dalam memilih obligasi korporasi. Hal ini dikarenakan risiko yang terkait dengan rating surat utang dapat memengaruhi kinerja investasi secara keseluruhan.

Dengan prospek ke depan yang tidak menentu dan tantangan yang semakin kompleks, bagaimana kredit korporasi dapat menghadapi gejolak pasar di tahun 2026 menjadi pertanyaan yang menarik. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menyimak dialog antara Andi Shalini dengan Direktur PEFINDO, Hendro Utomo dalam acara Power Lunch di CNBC (Senin, 06/07/2026).

Source link