Milisi Tewas 18 Polisi & 11 Tentara: Kisah Perang Saudara

by -21 Views

Serangan Mematikan di Pakistan: 18 Polisi dan 11 Tentara Tewas

Jakarta, CNBC Indonesia – Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak bersenjata telah mengeksekusi mati 18 personel kepolisian yang diculik serta membunuh 11 tentara dalam sebuah serangan penyergapan terpisah di wilayah barat daya Pakistan pada Rabu (8/7/2026). Rentetan aksi teror mematikan di provinsi bergejolak tersebut menjadi eskalasi kekerasan terbaru yang menargetkan aparat keamanan serta warga sipil secara agresif.

Aksi Pemberontak: 18 Polisi Disandera & 11 Tentara Terbunuh

Mengutip laporan The Associated Press, Kamis (9/7/2026), juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, mengumumkan bahwa rentetan serangan berdarah sejak hari Senin telah mendongkrak total angka kematian menjadi 42 orang. Dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi nasional, Chaudhry menyatakan bahwa 18 polisi yang tewas tersebut dieksekusi setelah sempat disandera sejak Senin malam ketika puluhan militan menyerbu pos polisi di distrik Ziarat, Balochistan.

Sementara itu, 11 tentara yang gugur pada Rabu tersebut tewas seketika setelah kendaraan militer yang mereka tumpangi dijebak dan ditembaki secara membabi buta oleh kelompok pemberontak di sebuah jalur jalan raya Balochistan. Menanggapi situasi darurat ini, Chaudhry menegaskan bahwa pasukan keamanan Pakistan berhasil meluncurkan operasi balasan kilat dan sukses menembak mati 54 orang anggota pemberontak dalam kurun waktu yang sama.

“Kami akan memburu kalian, kami akan menyakiti kalian,” tegas Chaudhry dalam pernyataannya yang disiarkan secara nasional.

“Kami akan menghadapi setiap teroris, fasilitator mereka, mereka yang menampung mereka, mereka yang memelihara mereka, dan mereka yang menyediakan pangkalan bagi mereka, di mana pun mereka berada,” lanjut Chaudhry menambahkan.

Provinsi Balochistan: Episentrum Konflik dan Piranti Kekuasaan Taliban

Pihak otoritas menuding kelompok separatis BLA sebagai dalang di balik pembantaian belasan polisi sandera tersebut, yang diklaim berada di bawah naungan jaringan teroris Fitna al-Khawarij. Pakistan juga menuduh bahwa mereka mendapatkan sokongan dana dan logistik dari intelijen India serta memanfaatkan wilayah perbatasan Afghanistan sebagai basis perlindungan mereka.

Selama puluhan tahun, provinsi terluas namun paling jarang penduduknya di Pakistan, Balochistan, telah menjadi episentrum konflik separatis dan basis kuat bagi TTP. Gerakan militan ini semakin agresif setelah Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Kabul pada 2021, memicu serangkaian operasi militer Pakistan untuk menyerang kamp-kamp teroris di wilayah Afghanistan.

(luc/luc)

Source link