Penggrebekan Kerajaan Tipu-Tipu Kamboja: 1.100 WNI Ditahan di Imigrasi

by -172 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Operasi penertiban besar-besaran di Kamboja telah menangkap ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) selama satu bulan terakhir. KBRI Phnom Penh memberikan bantuan kekonsuleran kepada sekitar 1.100 WNI yang ditahan di fasilitas detensi Pemerintah Kamboja di Pochentong, Phnom Penh, pada Kamis (8/7).

Tim KBRI Phnom Penh dan Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah melakukan pendataan dan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi WNI yang kehilangan dokumen perjalanan mereka sebagai respons terhadap situasi ini. Para WNI diimbau untuk segera membeli tiket pulang ke Indonesia jika sudah memiliki dokumen perjalanan, karena masih ada yang terjebak di Kamboja meskipun telah memiliki SPLP dan perlindungan dari pemerintah Kamboja.

Ribuan WNI Memohon Pulang Akibat ‘Scam Center’

Pemerintah Kamboja sedang melakukan operasi pemberantasan penipuan online di berbagai lokasi yang dicurigai sebagai pusat penipuan online. Hal ini menyebabkan banyak WNI eks jaringan penipuan online meminta bantuan kepada KBRI Phnom Penh.

Berdasarkan data resmi, permohonan evakuasi WNI dari Kamboja mengalami peningkatan signifikan. Sejak 1 Januari hingga 9 Juli, terdapat 12.207 WNI yang meminta bantuan untuk pulang ke Indonesia. Namun, baru 5.966 WNI yang berhasil dipulangkan.

Di luar Pochentong, otoritas Kamboja juga menemukan lebih dari 600 WNI dari berbagai lokasi tersembunyi yang dicurigai sebagai pusat penipuan online. Para WNI tersebut saat ini berada di pusat detensi di wilayah Bati, Siem Reap, Phnom Penh, dan Sihanoukville.

Peringatan keras telah dikeluarkan

KUAI KBRI Phnom Penh, Krishnajie, memberikan peringatan agar masyarakat tidak tergiur dengan tawaran kerja ilegal di Kamboja yang berujung pada kejahatan. Untuk WNI yang telah pulang ke Indonesia, disarankan untuk tidak kembali ke Kamboja dan terlibat dalam jaringan penipuan online.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link