Keputusan FIFA Tetap Ancam Gelandang Timnas Prancis
Jakarta – Timnas Prancis harus menerima kenyataan pahit setelah FIFA menolak banding yang diajukan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) terkait kartu kuning yang diterima oleh Michael Olise. Hal ini membuat gelandang serang andalan Timnas Prancis tetap dalam ancaman skorsing jelang laga perempat final Piala Dunia 2026.
Banding Ditolak Meski FFF Punya Bukti Video
FFF sebelumnya telah mengajukan banding terkait kartu kuning yang diterima Olise saat melawan Paraguay. Mereka berpendapat bahwa kartu kuning tersebut tidak seharusnya diberikan. Namun, setelah FIFA melakukan evaluasi terhadap bukti video yang disampaikan, keputusan wasit tetap dipertahankan.
Keputusan FIFA ini membuat Olise harus bermain dengan hati-hati ekstra, terutama saat menghadapi Maroko di perempat final. Setiap kartu kuning yang diterimanya pada pertandingan tersebut akan mengakibatkan absennya pemain 24 tahun itu di fase semifinal jika Timnas Prancis berhasil melaju.
Kabat Positif dari Tchouameni
Meskipun terkendala dengan masalah kartu kuning Olise, Timnas Prancis mendapat kabar baik terkait kondisi Aurélien Tchouaméni. Gelandang yang bermain untuk Real Madrid itu tengah dalam masa pemulihan cedera pangkal paha, namun kondisinya terus membaik. Pelatih Didier Deschamps optimis bahwa Tchouaméni dapat kembali ikut serta dalam sesi latihan sebelum pertandingan.
Sementara itu, Deschamps juga menegaskan bahwa Kylian Mbappé tetap fokus menjelang pertandingan penting melawan Maroko. Meskipun sebelumnya menjadi sorotan dalam berbagai isu di luar lapangan, Mbappé diyakini tidak terganggu dan sepenuhnya fokus pada pertandingan.
Deschamps juga menepis spekulasi mengenai masa depannya bersama Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026. Baginya, yang terpenting saat ini adalah membawa Les Bleus melangkah ke semifinal dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Keputusan FIFA mempertahankan kartu kuning Michael Olise menjadi ujian bagi disiplin Timnas Prancis. Kehilangan salah satu pemain kunci mereka di semifinal tentu menjadi risiko besar dalam perjalanan mereka menuju gelar juara dunia.



