Strategi Meningkatkan Daya Tarik EBT di Masa Tidak Pasti

by -91 Views

Sinergi Kebijakan untuk Transisi Energi Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Transisi energi telah menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional dan mencapai target Net Zero Emissions (NZE). Pemerintah menetapkan target ambisius untuk menambah kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dengan kebutuhan investasi mencapai Rp 1.140 triliun. Namun, tantangan pembiayaan menjadi kendala yang perlu diatasi.

Kebijakan dan Tantangan Pembiayaan

Untuk mewujudkan transisi energi, diperlukan investasi dari sektor keuangan dan swasta, serta dukungan kebijakan yang menarik. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, seperti subsidi energi fosil yang besar dan belum optimalnya implementasi pajak karbon. Selain itu, risiko geopolitik dan penguatan kurs dolar AS juga menjadi perhatian dalam mendukung transisi energi.

Sinergi Kebijakan untuk Mencapai Tujuan

Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan sangat penting dalam mendukung transisi energi. Hal ini akan memastikan terjaganya stabilitas ekonomi dan keberlanjutan program-program transisi energi. Diskusi EKONIKLIM akan membahas orientasi kebijakan iklim Indonesia dari perspektif ekonomi dan keuangan pada 28 Juli 2026.

Rencananya, acara ini akan dihadiri oleh para pakar dan pemangku kepentingan terkait, seperti Albertus Prabu Siagian dari Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, Eddy Soeparno Wakil Ketua Umum MPR RI, dan Hanif Faisol Nurofiq Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI. Anda dapat menyaksikan acara ini secara eksklusif melalui CNBC Indonesia TV dan cnbcindonesia.com.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi cnbcindonesia.com dan pantau terus update seputar ekonomi dan bisnis. Jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas wawasan Anda seputar transisi energi di Indonesia.

Source link