Kiriman 2.500 Senjata ke Israel: Rahasia Besar negara Terselubung

by -58 Views




Amnesty International Ungkap India Kirim Ribuan Senjata ke Israel

Amnesty International Ungkap India Kirim Ribuan Senjata ke Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Amnesty International mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan milik negara maupun swasta di India telah mengirimkan setidaknya 2.596 pasokan militer ke Israel selama konflik di Gaza berlangsung. Laporan terbaru tersebut merinci pengiriman berbagai jenis persenjataan, amunisi, hingga komponen militer yang dilakukan dalam periode Oktober 2023 hingga November 2025.

India Fasilitasi Pengiriman Senjata ke Israel

Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menegaskan bahwa pemerintah India seharusnya menyadari risiko besar di balik kebijakan fasilitasi transfer senjata tersebut. Ia menyoroti bagaimana keuntungan komersial tetap dikejar oleh perusahaan-perusahaan terkait di tengah penderitaan yang terus berlangsung di wilayah konflik.

“Mengingat adanya perintah tindakan sementara dari Mahkamah Internasional yang mengakui risiko genosida terhadap warga Palestina di Gaza, otoritas India tidak dapat secara kredibel berargumen bahwa mereka tidak mengetahui hal tersebut. Keputusan untuk mengizinkan serta memfasilitasi transfer senjata ke Israel membawa risiko besar dan berkontribusi pada pelanggaran serius hukum internasional,” kata Callamard.

Berdasarkan laporan “Made in India: The Supply of Weapons and Ammunition to Israel”, total pengiriman tersebut mencakup 564.970 bagian persenjataan peledak, termasuk hulu ledak drone dan selongsong peluru artileri.

Hubungan Pertahanan India-Israel

Hubungan pertahanan antara India dan Israel tercatat mengalami percepatan signifikan dalam satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. India saat ini tercatat sebagai pembeli senjata Israel terbesar di dunia, bahkan beberapa produsen senjata Israel telah mendirikan fasilitas produksi melalui usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan India.

Pemerintah India sendiri merupakan salah satu pendukung terkuat Israel dan menolak seruan untuk memberlakukan embargo senjata.

Hingga Juli 2026, tercatat setidaknya sebanyak 247.387 warga Palestina telah menjadi korban jiwa maupun luka sejak kampanye militer Israel diluncurkan di Gaza sebagai respons atas serangan kelompok Hamas.

(hsy/hsy)


Source link