Adaptasi Layar Lebar Film Seni Merayu Tuhan Karya Habib Ja’far
SURABAYA – Industri perfilman nasional semakin memperkaya diri dengan kehadiran adaptasi layar lebar Seni Merayu Tuhan. Karya dari Pendakwah Husein Ja’far Al Hadar atau Habib Ja’far ini tampil dengan ciri khas yang berbeda, memberikan ruang refleksi emosional bagi generasi muda dalam menghadapi perjalanan menjadi dewasa.
Film ini diproduksi oleh rumah produksi Wahana Kreator Nusantara dan rencananya akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Proses Produksi dan Pemilihan Pemeran
Habib Ja’far mempercayakan proses produksi film ini kepada Wahana Kreator Nusantara dengan alasan efisiensi dan kualitas. Sutradara Cesa David Luckmansyah, yang sebelumnya merupakan editor film terkemuka, membawa pengalaman berharga dalam menggarap film ini.
Proses pemilihan pemeran dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan preferensi generasi Z dan milenial. Pemeran utama seperti Ari Irham dan Lutesha dipilih berdasarkan kualitas akting yang mampu menyentuh hati penonton.
Pesan Moral dan Harapan Habib Ja’far
Seni Merayu Tuhan tidak hanya sekadar narasi dogmatis, melainkan juga cermin dari kehidupan nyata. Film ini menggambarkan perjuangan menjadi dewasa, menemukan jati diri, hingga hubungan emosional antara anak dan orang tua.
Habib Ja’far merasa puas dengan kedalaman emosi yang terpancar dari film ini, yakin bahwa pesan-pesan spiritualitas dan toleransi dapat tersampaikan dengan baik. Ia berharap film ini mampu menyentuh banyak hati dan memberikan inspirasi bagi penontonnya.
Sebelum penayangannya, Seni Merayu Tuhan sudah menimbulkan beragam emosi pada penciptanya, dari kemarahan hingga kesedihan. Hal ini menjadi bukti bahwa film ini diharapkan mampu membangkitkan refleksi mendalam bagi siapa pun yang menontonnya.
Sumber: Times Indonesia

