Taiwan Siapkan Drone Anti-Invasi untuk Keamanan Terbaik

by -93 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Taiwan Membangun Armada Drone dan Kapal Tanpa Awak untuk Memerangi Potensi Invasi China

Taiwan telah mempercepat pembangunan armada drone udara dan kapal tanpa awak sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi potensi invasi dari China. Konsep tersebut terinspirasi dari pengalaman Ukraina dan dirancang untuk menciptakan medan perang yang akan sulit bagi pasukan penyerbu, atau yang disebut oleh militer Amerika Serikat (AS) sebagai “hellscape” atau “neraka”.

Berkembangnya Kemampuan Drone di Taiwan

Menurut Letnan Jenderal Huang Wen-chi, Direktur Jenderal Perencanaan Strategis Kementerian Pertahanan Taiwan, upaya terkait drone dan penanggulangan drone sebelumnya dimulai agak terlambat. Namun, dalam dua tahun terakhir, kondisinya mulai berubah. Dalam latihan militer tahunan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari, militer Taiwan kini memasukkan drone dan penangkal drone ke dalam latihan tersebut. Hal ini termasuk latihan pengintaian menggunakan drone serta simulasi untuk melumpuhkan drone lawan.

Perang Rusia-Ukraina telah menunjukkan efektivitas drone dalam melawan kekuatan militer yang lebih besar, dan Taiwan berupaya mengikuti jejak tersebut. Max Lo, Ketua Asosiasi Industri Drone Nasional Taiwan, mengatakan bahwa Taiwan sangat membutuhkan drone untuk melindungi diri dan mempertahankan nasionalnya.

Target Taiwan dalam Produksi Drone

Taiwan menargetkan produksi sebanyak 100.000 drone per bulan pada tahun 2030, di mana sebagian besar akan diekspor. Di sektor pertahanan, pemerintah Taiwan berencana untuk memiliki lebih dari 210.000 drone udara dan laut untuk berbagai keperluan, mulai dari pengawasan pasukan China hingga serangan terhadap kapal yang mengangkut pasukan musuh dalam operasi amfibi.

Namun, perang drone bukan hanya soal jumlah perangkat yang diproduksi. Taiwan juga harus melakukan perubahan dalam organisasi, pelatihan, dan doktrin militer agar mampu mengoperasikan dan mendistribusikan informasi medan perang dengan cepat saat menggunakan drone dalam pertempuran.

Respon dan Tindakan China

China sendiri juga tidak tinggal diam. Beijing juga tengah mengembangkan pesawat dan kapal tanpa awak serta teknologi untuk mendeteksi dan menghancurkan drone lawan. Setiap langkah yang diambil oleh Taiwan dalam pengembangan drone, China juga siap untuk meresponsnya sebagai langkah adaptasi dalam strategi perang mereka.

Taiwan juga berusaha untuk membangun rantai pasok drone domestik untuk menghindari ketergantungan pada pihak luar, terutama dalam menghadapi potensi blokade. Anggaran besar dialokasikan untuk pengadaan drone, dengan penyusulan proposal dari pemerintah dan oposisi sebesar US$6,5 miliar dan US$7,4 miliar selama lima hingga enam tahun. Ekspor drone Taiwan pada kuartal pertama 2026 telah melampaui total ekspor sepanjang tahun 2025.

Source link