Jurnalis Penulis Takdir Episode 7: Saudara yang Dihapus dari Sejarah
Rahsa Saputra dan Luna Vortan berada di ruangan observatorium tua, di mana Rahsa mengungkapkan bahwa satu-satunya cara untuk mengungkap kebenaran adalah dengan membuka arsip tersembunyi. Dokumen-dokumen tersebut berisi rahasia dan pelanggaran yang dilakukan oleh Forum Wina selama bertahun-tahun.
Peluang Rahsa dan Raka Bertemu Kembali
Sementara itu, Raka tiba di lokasi observatorium, bersiap untuk berhadapan langsung dengan saudaranya yang telah lama dihapus dari sejarah. Rahsa mempertimbangkan untuk mempublikasikan semua dokumen tersebut, tetapi Raka menawarkan untuk memeriksa dan menyaring dokumen tersebut sebelum dipublikasikan untuk melindungi korban yang tidak bersalah.
Tekanan dari Viranox, Luna, dan keputusan-keputusan masa lalu membuat Rahsa dan Raka berada di ambang keputusan hidup dan mati. Sistem TI melaporkan bahwa resonansi R-1 dan R-2 terkonfirmasi, dan protokol Host Kembar diaktifkan.
Keputusan Maut Rahsa dan Raka
Di tengah ketegangan, saat yang ditunggu-tunggu tiba di mana Rahsa dan Raka harus memilih satu kesadaran untuk dihapus permanen. Mereka berhadapan dengan konsekuensi dari penggabungan penuh, di mana satu kesadaran akan menjadi host dan satu kesadaran akan dihapus selamanya.
Rahsa, dengan air mata di matanya, tenang mengungkapkan bahwa ia ingin memilih siapa yang tetap ada di antara mereka. Kali ini, Rahsa ingin memiliki kendali atas keputusan terakhirnya dan siapa yang akan dihapus dari sejarah.
Di tengah cahaya merah dan biru yang semakin dekat, Rahsa dan Raka berdiri di persimpangan, siap untuk membuat keputusan yang akan mengubah segalanya.

