Film dan Buku Perkuat Misi Konservasi Paseban Foundation

by -129 Views

Proses mengembalikan keseimbangan alam di kawasan Megamendung merupakan tugas besar yang melampaui usia satu generasi. Upaya konservasi merupakan kerja maraton yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Sebagaimana diungkapkan Andy Utama, pendiri sekaligus Pembina Paseban Foundation, estafet kepemimpinan dalam konservasi perlu berlanjut dari generasi ke generasi. Agenda tersebut menjadi pembahasan utama dalam Annual Dinner Paseban Foundation tahun 2026, bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional sekaligus momentum ulang tahun kedua yayasan tersebut.

Andy menegaskan pentingnya kesinambungan dalam pelaksanaan konservasi. Menurutnya, setiap individu yang terlibat akan silih berganti, namun amanah menjaga ekosistem Megamendung harus terus diwariskan kepada pengganti yang mampu bekerja dengan konsistensi dan daya tahan tinggi. Lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan ekosistem kerap bertolak belakang dengan singkatnya umur kepemimpinan dan periode perencanaan organisasi, sehingga transisi antar generasi menjadi aspek sangat penting.

Risiko terbesar tanpa proses regenerasi adalah terhentinya kemajuan yang telah diraih. Jika organisasi kehilangan figur penggerak tanpa berhasil menyiapkan pengganti, kerja-kerja konservasi terancam vakum atau kehilangan arah.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Andy merancang Paseban Foundation sebagai entitas yang dapat menampung inisiatif-inisiatif konservasi secara berkesinambungan, melampaui masa kerja individu perintis. Melalui Megamendung Century Initiative, yayasan bercita-cita mengembalikan kondisi ekologis kawasan Megamendung menyerupai keadaan sebelum terjadinya tekanan manusia selama satu hingga dua abad terakhir. Visi jangka panjang ini menuntut setiap generasi memandang konservasi sebagai warisan yang harus dirawat dan diteruskan.

Tanda-tanda regenerasi pun mulai nampak dengan keterlibatan Fifi, anak Andy, yang aktif dalam berbagai program Paseban Foundation. Meski demikian, regenerasi sejati tidak hanya berarti suksesi keluarga atau sekadar pergantian nama di struktur organisasi. Lebih dari itu, diperlukan proses transfer pengetahuan, pematangan pengalaman, dan pemberdayaan jaringan kerja serta penguatan pengambilan keputusan di lingkaran generasi muda.

Supaya upaya konservasi langgeng, para penerus mesti paham bukan hanya sasaran ekologis, tapi juga tantangan sosial, ekonomi, dan aspek manajerial yang menyertainya. Pemahaman holistik sangat penting agar generasi berikutnya mampu melanjutkan program dengan efektif.

Hal senada juga ditegaskan perwakilan Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia, yang menyampaikan perlunya generasi muda diberi peluang belajar langsung terlibat, utamanya sebelum para senior mengakhiri masa pengabdian. Tanpa keterlibatan dini, akan sulit bagi generasi pengganti menguasai seluruh kompleksitas konservasi yang membutuhkan dedikasi dan kepekaan sosial.

Menurut Indra, regenerasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dalam rencana konservasi. Transfer pengetahuan perlu dilakukan dengan pendekatan terstruktur, mencakup pendidikan, pelatihan lapangan, serta pengelolaan organisasi bersama, sehingga kesiapan generasi berikutnya benar-benar teruji.

Paseban Foundation sendiri telah memadukan kerja-kerja lapangan dengan aktivitas pengembangan ilmu pengetahuan, riset, penyusunan dokumentasi, sekaligus komunikasi publik mengenai pentingnya konservasi.

Pada perayaan ulang tahun kedua, yayasan ini juga meluncurkan buku “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” serta buku “Kepemimpinan Bentang Alam” yang disusun oleh sejumlah praktisi dan akademisi, di antaranya Wiratno dan Dani W Munggoro. Tidak hanya itu, diputar pula film dokumenter “The Silent Resilience” yang merekam secara visual perjalanan pelestarian Bentang Alam Megamendung sebagai bagian dari Cagar Biosfer Cibodas. Dokumentasi lewat buku dan film ini menjadi sarana strategis dalam memperluas distribusi pengetahuan lapangan.

Pentingnya alih pengetahuan tak lepas dari fakta bahwa konservasi bentang alam tidak sekadar menjaga hutan atau satwa, tetapi juga menjaga hubungan rumit antara air, tanah, masyarakat adat, serta struktur ekonomi lokal. Sebagian wawasan penting barangkali hanya ditemukan lewat pengalaman nyata di lapangan dan sulit tertulis dalam laporan formal.

Kesinambungan konservasi tidak hanya bergantung pada regenerasi, melainkan juga pada pengelolaan ekonomi. Selama bertahun-tahun, Andy dan timnya mempraktikkan pertanian organik sebagai model yang sejalan dengan tujuan lingkungan, termasuk mengikuti audit sertifikasi organik secara berkelanjutan selama 13 tahun.

Dalam praktik ini, mereka membuktikan bahwa aktivitas ekonomi bisa berjalan bersama perlindungan lingkungan tanpa harus mengorbankan fungsi ekologis kawasan. Kemandirian ekonomi organisasi pun ikut menentukan keberlanjutan konservasi di luar faktor kepemimpinan personal.

Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan data dan informasi pun semakin relevan untuk memperluas dampak konservasi. Nezar Patria, sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, menyoroti perlunya mendorong publikasi pengetahuan konservasi ke jejaring yang lebih luas. Dengan begitu, kerja-kerja lapangan tidak sekadar menjadi konsumsi internal, tetapi dapat menginspirasi dan membuka partisipasi publik lebih besar. Namun, integrasi teknologi dalam konservasi juga harus memperhatikan dampak lingkungan agar sejalan dengan prinsip keberlanjutan alam.

Sinergi berbagai pihak dalam acara Annual Dinner menegaskan, pengelolaan Megamendung sudah melibatkan beragam aktor. Namun kehadiran mereka di satu forum belum otomatis menjamin kolaborasi jangka panjang jika peran, komitmen, dan arah bersama tidak disepakati secara matang.

Bagi Andy, Paseban Foundation bukan untuk memusatkan seluruh aktivitas konservasi pada satu lembaga, namun menjadi platform bersama untuk menghidupkan sinergi dan memastikan adanya generasi penerus bagi program-program yang berlangsung. Ia sadar, buah dari Megamendung Century Initiative baru dapat dipanen oleh generasi jauh setelah para perintis. Maka, warisan terpenting yang ingin dibangun adalah integrasi pengetahuan, jejaring kelembagaan, dan kualitas manusia yang siap mengawal konservasi secara abadi, bukan hanya perubahan fisik bentang alam.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi