Paseban Foundation Terus Menjaga Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem

by -130 Views

Hasil survei tim Paseban Foundation menyoroti pentingnya kawasan Megamendung di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai satu dari sedikit wilayah di Pulau Jawa yang masih menjadi rumah bagi kelima spesies primata endemik. Lewat rangkaian penelitian lapangan, observasi, serta pemasangan kamera jebak, mereka berhasil memastikan keberlanjutan populasi primata di daerah ini.

Pada acara tahunan Paseban Foundation di Jakarta, berbarengan dengan Hari Konservasi Alam Nasional, fakta-fakta tersebut dipresentasikan sebagai bagian dari perayaan dua tahun kontribusi yayasan ini terhadap upaya pelestarian alam. Wahdi Azmi, Direktur Eksekutif Paseban Foundation, mengingatkan bahwa Jawa merupakan wilayah paling padat penduduknya, yang membuat keberadaan kawasan alam seperti Megamendung semakin langka dan krusial untuk diselamatkan.

Menurut Wahdi, temuan kelima primata dalam bentang alam terbatas menunjukkan bahwa Megamendung memegang kunci sebagai titik penting pelestarian keragaman hayati Tanah Jawa. Di samping itu, survei mereka juga mencatat satwa langka lain seperti Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa, serta banyak flora-fauna khas hutan pegunungan tropis.

Keunggulan geografis Megamendung yang dekat dari Jakarta sekaligus masuk dalam zona Cagar Biosfer Cibodas justru membuat kawasan ini rawan tergerus pembangunan. Zona penyangga dan kawasan interaksi sosial ekonomi yang diusung oleh konsep cagar biosfer menuntut adanya keseimbangan antara perlindungan dan pemanfaatan alam secara berkelanjutan.

Ketahanan satwa liar sangat bergantung pada kondisi utuh ekosistem di sekitarnya. Hutan, sungai, lahan pertanian, dan permukiman warga terhubung erat membentuk jejaring yang menentukan keberhasilan konservasi. Wiratno, penasihat Paseban Foundation, menegaskan bahwa batas administrasi bukanlah halangan bagi dinamika alami ekosistem. Satwa bermigrasi, air mengalir, melintas tanpa mengenal batas wilayah.

Karena itu, model konservasi kolaboratif diwujudkan dengan merangkul jejaring yang melibatkan pemerintah, masyarakat, sektor swasta, pegiat lingkungan, dan akademisi secara terpadu dalam mengelola lanskap Megamendung. Sebagai aksi konkret, telah dilakukan penanaman puluhan ribu bibit pohon endemik sepanjang tahun 2026 untuk membantu memulihkan tutupan hutan yang asli.

Upaya pelestarian tidak hanya dilakukan di alam lepas. Paseban Foundation juga mengacarakan langkah perlindungan ex-situ berupa penangkaran dan pembiakan satwa di luar habitatnya. Dengan izin resmi, program penangkaran telah memastikan kelahiran beberapa anak rusa, yang nantinya akan dikembalikan ke alam liar agar mampu menghubungkan kembali rantai ekologi di Megamendung.

Namun, tahapan pelepasliaran bukan proses sederhana. Hewan hasil penangkaran harus menjalani rehabilitasi panjang, diuji naluri bertahan hidupnya, serta monitoring jangka panjang untuk menghindari ancaman baru baik bagi populasi satwa maupun lingkungan setempat.

Andy Utama, pendiri dan pembina Paseban Foundation, menyampaikan bahwa upaya pelestarian di Megamendung membutuhkan konsistensi lintas generasi. Dari refleksi tersebut, lahirlah Megamendung Century Initiative, yakni program seratus tahun untuk memulihkan fungsi ekosistem dan keberagaman hayati kawasan ini.

Ia menggarisbawahi, keberhasilan restorasi tidak berarti kembali ke masa lalu mentah, melainkan menata kembali harmoni daya dukung lingkungan, kelestarian habitat, kecukupan air, dan aktivitas warga sekitar. Visi ini dipercaya tidak akan tercapai hanya dalam hitungan dekade, sehingga pekerjaan konservasi harus diwariskan dan terus diteruskan kepada generasi penerus.

Andy menyimpulkan bahwa konsistensi, ketahanan, serta regenerasi penggiat konservasi merupakan fondasi utama menyelamatkan alam Megamendung dari ancaman kepunahan. Setiap manusia yang terlibat punya peran untuk memastikan hamparan kehidupan Jawa tetap lestari hingga ratusan tahun mendatang.

Sumber: 5 Primata Jawa Bertahan Di Megamendung, Paseban Foundation Dorong Pemulihan Ekosistem
Sumber: Kerap Terdesak Pemukiman, Lima Primata Jawa Ditemukan Hidup Bersama Di Alam Megamendung Bogor