Mahindra Berusaha Melewat
Mahindra mungkin menjadi produsen terakhir yang memulai program tes untuk pesaing Gen4-nya, tetapi optimismenya tinggi bahwa mereka dapat menyusul rival-revalnya, meskipun mungkin harus memulai musim Formula E 2026-27 dengan posisi yang kurang menguntungkan.
Transformasi Menakjubkan
Produsen India ini berhasil membukukan salah satu transformasi paling luar biasa dalam sejarah Formula E, dari menjadi produsen terlambat di awal era Gen3 hingga menjadi tim yang memenangkan beberapa balapan pada akhirnya. Bahkan, Mahindra berhasil finis ketiga dalam kejuaraan tim pada musim 2025-26, hanya di belakang raksasa seperti Jaguar dan Porsche.
Gen4 menghadirkan tantangan tersendiri, di mana produsen harus mengaplikasikan pembelajaran dari generasi sebelumnya namun juga harus berlomba mengembangkan hal-hal baru sesuai regulasi yang baru.
Di Balik Jadwal
Mahindra mengakui bahwa mereka tertinggal dalam pengembangan mobilnya. Dengan persetujuan dari dewan perusahaan yang baru diterima bulan November tahun lalu, sementara rival-rivalnya sudah memulai uji coba, tidak heran Mahindra kesulitan mengejar ketertinggalannya.
Setelah melewatkan target awal uji coba pada bulan Mei karena masalah pemasok dan keputusan manajemen risiko, Mahindra harus mengompresi jadwal pengembangan mereka menjelang dimulainya musim baru pada Desember tahun ini.
Orientasi Baru
Walaupun memiliki sejarah keterlambatan, Mahindra memiliki keyakinan bahwa dengan tim yang konsisten dan minim pergantian staf, mereka dapat menyusul pesaing-pesaingnya.
Meski bisa jadi Mahindra akan memulai era Gen4 dengan lambat, nyatanya kemampuan beradaptasi tim dan fleksibilitas regulasi baru dapat menjadi faktor penentu kembali dalam menunjukkan prestasi pada musim depan.





