Purbaya Tinjauan Kritis Akan Indikator ‘Semu’ Likuiditas Bank

by -38 Views

Menteri Keuangan Prioritaskan Penggunaan Base Money dalam Memantau Likuiditas

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggunakan metode base money atau M0 sebagai alat utama untuk memonitor kondisi likuiditas sistem keuangan. Menurutnya, penggunaan base money dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK).

Purbaya menegaskan bahwa angka AL/DPK seringkali tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan dapat menyesatkan, terutama terkait kekurangan uang di sektor perbankan. Oleh karena itu, ia memilih untuk fokus pada base money dalam mengukur likuiditas guna mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Pentingnya Base Money dalam Memahami Likuiditas Perbankan

Dalam penjelasannya, Purbaya menyatakan bahwa penggunaan base money dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif terkait kondisi likuiditas perbankan, termasuk situasi kredit perbankan. Dia menambahkan bahwa pada Juli 2026, pertumbuhan base money telah mencapai 18,3%, yang menunjukkan perkembangan yang positif dalam sistem keuangan.

Selain itu, Menteri Keuangan juga menegaskan pentingnya kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk menjamin kondisi likuiditas yang stabil dan menguntungkan. Dengan koordinasi yang baik antara dua pihak tersebut, diharapkan sektor swasta dapat berkembang lebih pesat karena ketersediaan likuiditas yang memadai.

Dengan adanya upaya bersama ini, diharapkan sektor swasta dapat tumbuh dengan lebih baik daripada sebelumnya, sehingga memberikan dampak positif pada perekonomian secara keseluruhan.

“Koordinasi yang baik antara instansi keuangan dan bank sentral akan membawa manfaat besar bagi perbankan dan sektor swasta secara keseluruhan,” jelas Purbaya.

(arj/arj)

Source link