Berita Masa Depan yang Menentukan Nasib
Sebuah keheningan mencekam mengelilingi Pesantren Al-Hikmah setelah pesan misterius muncul di langit. Kalimat yang menggantung di atas pesantren itu mempertaruhkan nyawa seseorang: Raka Saputra dan Sarah Wiratama.
Proyeksi Masa Depan yang Membingungkan
Sarah asli dan perempuan dari masa depan, yang menyebut dirinya Maya Saputra, terjebak dalam lingkaran waktu yang dipenuhi dengan berbagai kemungkinan. Narada, seorang anak yang berada di balik pintu merah, dengan lincahnya memanipulasi masa depan sesuai dengan keinginannya.
Raka, yang memegang pena putih, harus memilih antara menyelamatkan 84 korban dari Viranox atau ratusan santri yang masih hidup. Dalam konflik ini, Sarah menemukan kebenaran tentang masa lalunya yang tersembunyi selama ini.
Protokol Positive Thinking yang diaktifkan Raka memunculkan kemungkinan ketiga, di mana pengorbanan tidak harus menerima keputusan sepihak. Mereka menemukan bahwa Maya Saputra bukan ibu biologis Protokol R, melainkan Sarah Wiratama versi lain.
Keputusan Terakhir
Ketika berita kematian Sarah terbit lebih cepat dari yang diharapkan, mereka harus menemukan cara untuk menghentikannya. Dengan waktu yang semakin berkurang, pintu internal dan makam Maya Saputra menjadi fokus terakhir mereka.
Dalam keheningan yang melingkupi ruang redaksi bawah tanah, satu-satunya harapan adalah menulis ulang masa lalu dan masa depan yang tak terduga. Tindakan terakhir Raka dan Sarah akan menentukan alur cerita selanjutnya.
Apakah mereka berhasil mengubah takdir yang telah tertulis sejak lama? Ataukah Narada akan terus mengatur permainan masa depan mereka?
