Harga Minyak Dunia Melejit: Prediksi Harga BBM Pertamax Rp20.000

by -72 Views

Harga Minyak Dunia Meningkat Tajam, Gangguan Pasokan Menjadi Ancaman

Yogyakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak melonjak lebih dari 6% pada Kamis (10/9/2026). Lonjakan tersebut terjadi setelah serangan terhadap kapal meningkat sejak perang Iran dimulai. Brent naik 6,34% menjadi US$107,63 per barel, sementara WTI melonjak 6,69% ke US$102,48, mencatat level tertinggi sejak 19 Mei.

Serangan Terhadap Kapal dan Ancaman Pasokan

Selat Hormuz menjadi sorotan karena gangguan yang terperinci dalam pasokan minyak global. Iran mengklaim menyerang 10 kapal di sekitar selat tersebut setelah AS melancarkan serangan terhadap lima kapal tanker Iran. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran juga mengambil alih pelabuhan Mocha di Yaman, meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah.

Dampak pada Harga Minyak Dunia

Kenaikan harga minyak ini terjadi akibat meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur distribusi minyak internasional. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyatakan bahwa risiko geopolitik saat ini merupakan yang terberat yang pernah dihadapi. Dia menyebut keadaan ini lebih berat dibanding perang Ukraina-Rusia.

Eko berharap tensi geopolitik dapat mereda demi menurunkan harga minyak global. Dia memproyeksikan agar harga turun menjadi US$ 70 per barel atau US$ 60 per barel, seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik.

Proyeksi Harga Minyak Dunia

Masuk ke bulan September 2026, harga minyak diproyeksikan tetap tinggi, antara US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel. Hal ini disebabkan oleh kendala pasokan di Selat Hormuz dan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Agustus 2026 sebesar US$89,43 per barel, naik dari US$81,68 per barel pada Juli 2026. Kenaikan harga minyak dunia juga tercermin dalam kenaikan ICP dan harga minyak mentah utama lainnya selama Agustus 2026.

Source link