Kepergian David Salters dari Honda Racing Corporation USA (HRC USA) meninggalkan kesan personal bagi Nick Yelloly. Pembalap asal Inggris itu menjadi salah satu pihak yang merasakan langsung peran Salters dalam kepindahannya dari BMW ke Acura pada akhir musim IMSA WeatherTech SportsCar Championship 2024.
Yelloly mengaku menghubungi Salters secara langsung ketika memutuskan meninggalkan BMW. Menurutnya, komunikasi terbuka tersebut berkembang menjadi hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Karena itu, perubahan kepemimpinan di HRC USA terasa lebih dekat baginya dibanding sekadar pergantian jabatan eksekutif.
Transisi kepemimpinan HRC USA
Salters resmi mundur sebagai Presiden HRC USA pada 12 September untuk bergabung dengan perusahaan rintisan teknologi di luar dunia motorsport. Posisinya kemudian diisi Kelvin Fu, yang sebelumnya menjabat wakil presiden. Fu akan memimpin organisasi tersebut hingga dua putaran terakhir musim ini dan seterusnya.
“David sesama orang Inggris, jadi sejak awal kami sangat cocok,” kata Yelloly. Ia menuturkan, semua hal yang disampaikan Salters ketika membahas kepindahannya dari BMW telah diwujudkan, bahkan melampaui harapannya.
“Saya sempat berbicara singkat dengannya (Selasa lalu) dan kembali mengucapkan terima kasih atas kesempatan itu,” ujar Yelloly.
Yelloly menilai pergantian tersebut tidak akan mengubah banyak hal dalam operasional tim. Ia sudah mengenal Fu karena sang wakil presiden kerap hadir di sejumlah balapan IMSA. Meski Fu dinilai lebih banyak bekerja di balik layar dibanding Salters, Yelloly menyebutnya sangat cakap dalam mengelola seluruh tim.
“Ini akan menjadi transisi yang cukup mulus bagi semua orang di sisi IMSA, juga di sisi IndyCar ketika dia mengambil alih dalam beberapa pekan mendatang. Yang berubah hanya sosok di depannya,” kata Yelloly. “Kami tentu akan merindukan David dalam beberapa putaran terakhir, tetapi Kelvin adalah pengganti yang sangat layak.”
Warisan Salters di HRC
Salters meninggalkan jejak selama sekitar satu dekade di organisasi tersebut. Ia bergabung dengan Honda Performance Development (HPD), nama HRC USA sebelumnya, pada 2015 sebagai kepala insinyur. Kariernya berlanjut sebagai direktur teknis pada 2019 sebelum dipercaya menjadi presiden pada 2020.
Di bawah kepemimpinannya, HRC USA meraih tiga gelar konstruktor IndyCar, lima gelar pembalap, serta menyapu gelar tim, pembalap, dan konstruktor IMSA pada 2022. Salters juga memimpin pengembangan Acura ARX-06 LMDh yang diperkenalkan pada 2023 dan mesin hibrida IndyCar pada 2024. Selain program balap, ia turut membangun divisi pakaian, suku cadang performa, serta pelestarian mobil balap klasik.
Sebelum bergabung dengan Honda, Salters pernah memimpin pengembangan mesin pembakaran internal Ferrari di Formula 1, mengepalai pengembangan mesin F1 di Mercedes-Benz High-Performance Engines, serta menangani mobil Indy di CART bersama Cosworth.
Fu juga memiliki pengalaman panjang di HRC. Sejak bergabung pada 2015, ia menangani desain sasis, aerodinamika, dan rekayasa performa. Ia kemudian menjadi direktur program pada 2020 dan wakil presiden pada 2021, serta ikut mengarahkan organisasi meraih empat dari total 17 kemenangan HRC di Indianapolis 500.
Peran dalam kebangkitan tim Yelloly
Yelloly menilai warisan terbesar Salters bukan hanya deretan gelar, melainkan keberaniannya membangun tim teknik baru di mobil Acura Meyer Shank Racing nomor 93. Hampir seluruh kru teknik, termasuk insinyur balap, insinyur ban, strategi, dan performa, belum memiliki pengalaman panjang di posisi tersebut.
“Kru engineering itu benar-benar baru, dan hal seperti itu belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Yelloly.
Dari tes pertama pada November 2024, tim tersebut menjalani musim awal sebagai masa belajar sebelum mampu bersaing secara konsisten. Yelloly menyebut perkembangan itu sebagai hasil dari cara Salters menyusun organisasi dan keterlibatannya dalam setiap proses. Pada tahap awal, Salters bahkan menelepon Yelloly hampir setiap dua hari untuk mengevaluasi struktur program dan kemungkinan perubahan, serta hadir di setiap sesi tes.
Saat ini Yelloly dan rekan setimnya, Renger van der Zande, berada di posisi ketiga klasemen GTP dengan 2.215 poin, tertinggal 185 poin dari pemimpin klasemen Jack Aitken yang mengoleksi 2.400 poin. Dua dari tiga kemenangan GTP utama Yelloly diraih bersama ARX-06, termasuk kemenangan di Grand Prix Long Beach tahun ini. Setelah Acura menghentikan program IMSA pada akhir musim 2026, Yelloly dan Tom Blomqvist telah memastikan langkah berikutnya dengan bergabung ke program Hypercar Ford Racing di FIA World Endurance Championship pada musim depan.





