Arab Memanas: Baku Tembak Arab Saudi vs Houthi di Yaman

by -62 Views

Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat di Yaman. Houthi mengklaim pasukan Saudi melancarkan lebih dari 50 serangan udara terhadap posisi mereka dalam 24 jam terakhir, sementara pertempuran darat dilaporkan berlangsung di Provinsi Jawf Timur.

Klaim tersebut disampaikan melalui media yang dikelola Houthi. Kantor Media Ansar Allah, sayap media kelompok itu, merilis rekaman pada Selasa (16/9/2026) yang disebut memperlihatkan baku tembak antara pejuang Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi di Jawf Timur.

Rekaman itu menampilkan aktivitas pertempuran, tetapi klaim mengenai lokasi dan pihak-pihak yang terlibat berasal dari Houthi. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari Riyadh mengenai laporan serangan tersebut.

Laporan serangan di Saada

Televisi Almasirah, yang dikelola Houthi, juga melaporkan serangan di Saada. Dalam pemberitaannya, stasiun tersebut menyebut bahwa “penerbangan Saudi melancarkan dua serangan” di wilayah itu.

Saada dikenal sebagai salah satu basis pertahanan Houthi. Selain laporan mengenai dua serangan di Saada, Houthi menyatakan telah terjadi lebih dari 100 serangan terhadap posisi mereka sejak Selasa pekan lalu.

Namun, laporan tersebut belum mendapatkan pengesahan dari pemerintah Arab Saudi. Tidak ada keterangan dari Riyadh yang mengonfirmasi jumlah serangan, sasaran, maupun operasi militer yang disebut dilakukan terhadap posisi Houthi.

Pertempuran pecah setelah jeda panjang

Serangan yang dilaporkan Houthi disebut menyasar garis depan pertempuran dan ditujukan untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman. Sejauh ini, serangan tersebut disebut tidak menargetkan pusat-pusat kekuatan utama Houthi, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman.

Perkembangan ini terjadi setelah Houthi kembali terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Yaman yang memperoleh dukungan dari Arab Saudi. Bentrokan itu mengakhiri periode ketenangan yang berlangsung selama beberapa tahun di kawasan tersebut, setelah kesepakatan gencatan senjata untuk konflik Yaman dicapai pada 2022.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Houthi juga mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Kelompok tersebut menyatakan akan menargetkan kapal-kapal Saudi yang melintas di Laut Merah.

Rangkaian laporan itu menandai meluasnya tekanan terhadap hubungan yang telah lama diwarnai konflik antara Houthi, pemerintah Yaman, dan Arab Saudi. Meski demikian, rincian mengenai skala serangan serta dampaknya masih bersumber dari laporan pihak Houthi dan belum dikonfirmasi oleh Riyadh.

Source link