Insiden antara Carson Hocevar dan Ryan Blaney setelah balapan NASCAR Cup Series di Bristol Motor Speedway dinilai belum layak berujung hukuman. Perkelahian singkat itu terjadi setelah kontak di lintasan yang dianggap sebagai insiden balap, bukan tindakan sengaja yang membahayakan pembalap lain atau penonton.
Hocevar dan Blaney terlibat konfrontasi pada Sabtu malam setelah balapan. Ketegangan di antara keduanya meningkat hingga terjadi saling pukul, tetapi situasi tersebut segera dihentikan. Menurut pandangan yang disampaikan dalam artikel ini, NASCAR sebaiknya membiarkan kedua pembalap menyelesaikan perselisihan mereka selama tidak berubah menjadi ancaman keselamatan.
Bristol dikenal sebagai “The Last Great Colosseum”, julukan yang juga merujuk pada sejumlah perseteruan terkenal di arena lintasan pendek itu. Beberapa insiden yang masih dikenang antara lain Dale Earnhardt yang terkena lemparan botol air dari Rusty Wallace, Kevin Harvick yang melompati mobil untuk mendatangi Greg Biffle, serta Tony Stewart yang melempar helm ke bagian depan mobil Matt Kenseth.
Dalam konteks tersebut, luapan emosi antara Hocevar dan Blaney dinilai justru menjadi bagian dari daya tarik NASCAR. Hocevar bahkan mengatakan NASCAR akan “kehilangan penjualan tiket” jika setiap konfrontasi semacam itu langsung dihukum. Peristiwa di lintasan disebut sebagai insiden balap, sedangkan kejadian setelah finis merupakan perselisihan yang memanas dan dengan cepat berubah menjadi perkelahian.
Preseden hukuman NASCAR
Sejumlah keputusan NASCAR dalam beberapa tahun terakhir dapat menjadi rujukan. Pada 2023, Noah Gragson mendatangi Ross Chastain seusai balapan di Kansas dan menarik pakaian balap Chastain. Chastain kemudian memukul wajah Gragson sebelum keduanya dipisahkan. NASCAR mengategorikan kejadian itu sebagai pertukaran emosi sesaat. Kedua pembalap diajak berbicara untuk memastikan persoalan tersebut tidak berlanjut, tetapi tidak dijatuhi hukuman.
Kasus Ricky Stenhouse Jr. dan Kyle Busch pada All-Star Race 2024 ditangani berbeda. Stenhouse menunggu Busch setelah insiden di lintasan, lalu memukulnya. Perkelahian kemudian meluas menjadi keributan yang melibatkan beberapa orang di area hauler. Ayah Stenhouse juga terlibat dan akhirnya diskors tanpa batas waktu, sementara Stenhouse Jr. didenda 75.000 dolar AS.
NASCAR menilai kejadian itu bukan sekadar ledakan emosi sesaat karena Stenhouse sengaja menunggu seusai balapan dan sempat berganti pakaian sebelum mendatangi Busch. Perbedaan itu dinilai penting dalam membandingkannya dengan insiden Blaney-Hocevar, karena Blaney tidak langsung datang dengan melayangkan pukulan.
Perbedaan dengan kasus Bubba Wallace
Pada 2022, Bubba Wallace diskors satu balapan setelah terlibat insiden dengan Kyle Larson di Las Vegas Motor Speedway. Wallace lebih dulu melakukan gerakan right-hook yang membuat Larson menghantam dinding luar. Keduanya mengalami kecelakaan, lalu Wallace berusaha menghadapi Larson di area infield.
Namun, NASCAR menegaskan hukuman Wallace bukan dijatuhkan karena perkelahian, melainkan karena tindakan sengaja di lintasan. Faktor itu tidak ditemukan dalam insiden Bristol 2026, yang dinilai sebagai kontak balap.
Dalam kasus lain, Chris Buescher dan Tyler Reddick terlibat dorong-dorongan setelah balapan di Darlington pada 2024 tanpa sanksi. Ryan Preece juga sempat terlibat keributan dengan Corey LaJoie setelah balapan di Pocono pada 2023, tetapi NASCAR kembali tidak menjatuhkan hukuman.
CEO NASCAR Steve O’Donnell sebelumnya juga menyatakan tidak selalu menolak perkelahian antarpembalap. “Saya tidak masalah dengan itu. Menurut saya, itu wajar,” katanya dalam podcast Racin’ With the Boys. Ia menilai persoalan mulai berbahaya ketika anggota kru ikut mengeroyok atau memperbesar keributan.
Berdasarkan preseden tersebut, hukuman untuk Hocevar dan Blaney dinilai kecil kemungkinannya. NASCAR mungkin tetap memanggil keduanya untuk berbicara sebelum balapan Cup Series berikutnya di Kansas, tetapi selama tidak ada mobil yang digunakan sebagai senjata, tidak ada kru yang memperluas konflik, dan keselamatan tidak terancam, insiden itu kemungkinan dipandang sebagai bagian dari persaingan di NASCAR.





