Pengusaha Minta Pemerintah Permudah Kredit Industri

by -63 Views

Gejolak geopolitik di Timur Tengah mulai menekan kinerja sektor manufaktur Indonesia melalui kenaikan harga bahan baku dan gangguan rantai pasok. Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, tekanan tersebut mendorong kenaikan biaya produksi sekaligus mempersempit margin pengusaha.

Menurut Diana, pelaku industri menghadapi situasi yang sulit karena kenaikan biaya belum dapat langsung dibebankan kepada konsumen. Harga jual produk tidak mudah dinaikkan di tengah daya beli masyarakat yang perlu dijaga dan persaingan pasar yang tinggi.

Biaya Naik, Harga Jual Terbatas

Kondisi itu membuat produsen harus menanggung beban biaya yang lebih besar. Pada saat yang sama, pasar belum tentu mampu menyerap produk jika harga dinaikkan untuk menyesuaikan kenaikan biaya produksi.

Diana menjelaskan, tekanan ganda tersebut berpengaruh terhadap keputusan bisnis perusahaan. Ketika biaya produksi tinggi, sementara kemampuan pasar menyerap kenaikan harga terbatas, pengusaha cenderung menahan rencana ekspansi.

Penahanan ekspansi dapat berlanjut pada pengurangan volume produksi dan tenaga kerja. Langkah tersebut ditempuh sebagai respons terhadap kondisi pasar yang belum mampu mengimbangi tekanan biaya di sektor manufaktur.

Pengusaha Minta Dukungan Pemerintah

Menghadapi tekanan tersebut, pengusaha berharap pemerintah mengambil kebijakan yang dapat memperkuat daya beli masyarakat. Daya beli yang lebih baik dinilai penting agar hasil produksi industri tetap dapat diserap pasar, meskipun terdapat penyesuaian harga sesuai kondisi pasar.

Diana juga menyampaikan kebutuhan dukungan yang lebih terarah bagi sektor-sektor industri yang mengalami kontraksi. Dua sektor yang disebutkan adalah kendaraan bermotor dan logam.

Menurut dia, pemerintah dapat mendorong pemulihan sektor-sektor tersebut melalui kebijakan yang mendukung kegiatan industri. Selain itu, pelaku usaha membutuhkan kemudahan pembiayaan agar dapat mempertahankan sekaligus mengembangkan ekspansi bisnis.

Akses pembiayaan menjadi salah satu dukungan yang diharapkan pengusaha di tengah meningkatnya biaya produksi dan terbatasnya ruang untuk menaikkan harga jual. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu industri menghadapi tekanan tanpa semakin mengurangi produksi maupun tenaga kerja.

Diana menyampaikan pandangan tersebut dalam dialog bersama Andi Shalini di program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 16 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia membahas dampak gejolak geopolitik Timur Tengah terhadap sektor manufaktur serta kebutuhan industri atas dukungan pemerintah, termasuk kemudahan kredit bagi pelaku usaha.

Source link