Sebanyak 16 lagu resmi diperkenalkan sebagai original soundtrack (OST) film Menang Untuk Kalah dalam acara Launching & Showcase di Laneo Café, Kota Bandung, Minggu (20/9/2026). Film tersebut mengangkat persoalan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal melalui kisah sebuah keluarga yang mengalami krisis setelah kepala keluarganya terjerat keputusan finansial berisiko.
Belasan lagu itu disusun bukan sekadar sebagai musik latar. Setiap karya ditempatkan untuk mendukung alur cerita, mengikuti perkembangan konflik, serta membangun suasana dalam adegan-adegan tertentu. Karena itu, proses produksinya melibatkan komunikasi intensif antara para musisi dan tim film untuk menentukan pendekatan musik yang sesuai.
Musik disesuaikan dengan alur cerita
Rudy Nugraha, mantan vokalis Caffeine yang turut mengisi OST, mengatakan karakter setiap lagu harus disesuaikan dengan kebutuhan adegan. Menurut dia, ada lagu yang langsung berkaitan dengan cerita, sementara karya lainnya digubah untuk mewakili suasana tertentu.
“Dari prosesnya memang kami harus mengikuti alur cerita. Ada beberapa lagu yang tidak masuk langsung ke cerita, tetapi kami coba gubah untuk mewakili suasana,” ujar Rudy saat menjelaskan proses penggarapan soundtrack.
Tim produksi, kata Rudy, juga mempertimbangkan genre serta karakter masing-masing penyanyi. Sebagian lagu menggunakan pendekatan minimalis, sedangkan lagu lainnya tetap mempertahankan ciri khas musisi yang membawakannya. Beberapa karya lama pun diaransemen ulang agar dapat menyatu dengan konteks narasi film.
Rudy membawakan sejumlah lagu hasil aransemen ulang, termasuk Belahan Jiwaku dan Kalah Telak. Ia menilai keterkaitan antara musik dan adegan menjadi unsur penting dalam film karena soundtrack dapat memperkuat pesan visual.
“Jadi, musik itu bertindak sebagai penguat cerita,” tegas Rudy.
Riset untuk menggambarkan pengalaman korban
YannaHead, mantan vokalis Marvells, membawakan lagu Menangku Untuk Kalah yang menjadi lagu utama dalam cerita. Ia mengatakan proses pembuatan lagu untuk film memiliki tantangan berbeda dibandingkan produksi musik pada umumnya.
Selain mempelajari sinopsis, YannaHead melakukan riset kecil terhadap korban judi online dan pinjaman online ilegal. Riset tersebut dilakukan untuk memahami persoalan yang menjadi latar cerita sekaligus membangun keterkaitan emosional antara lirik dan pengalaman nyata para korban.
“Membuat lagu film harus membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Untuk lagu Menangku Untuk Kalah yang saya buat dan nyanyikan, saya harus survei dan riset,” tutur YannaHead.
Menurutnya, proses tersebut membantu menerjemahkan persoalan sosial ke dalam musik, terutama gambaran mengenai seseorang yang terjebak dalam lingkaran judol dan pinjol ilegal.
Kisah keluarga yang berubah menjadi krisis
Menang Untuk Kalah bercerita tentang sebuah keluarga yang semula hidup harmonis. Kondisi itu berubah ketika kepala keluarga terjerat judi online dan pinjaman online ilegal. Keinginan mendapatkan keuntungan dengan cepat kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi yang berdampak pada hubungan antaranggota keluarga.
Alur tersebut menggambarkan konsekuensi keputusan finansial yang diambil tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang. Sejumlah musisi lain, yakni Sound of Panca dan Strip-457, turut terlibat dalam pengisian OST.
Film ini digarap rumah produksi Para Kreator bersama BCR Music. Melalui perpaduan film dan musik, isu judol serta pinjol ilegal disampaikan sebagai persoalan yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi dan relasi dalam keluarga.
