Ford Racing mengamankan kemenangan pertamanya di kelas GTD Pro IMSA WeatherTech SportsCar Championship musim ini setelah Dennis Olsen dan Ben Barker membawa Ford Mustang GT3 nomor 64 finis terdepan dalam Battle on the Bricks di Indianapolis Motor Speedway.
Kemenangan tersebut ditentukan pada lap terakhir di sirkuit jalan raya Indianapolis sepanjang 2,439 mil dengan 14 tikungan. Olsen berhasil mempertahankan posisi dari tekanan Nicky Catsburg yang mengemudikan Corvette Z06 GT3.R nomor 4 milik Corvette Racing by Pratt Miller Motorsports. Ford menuntaskan balapan dengan keunggulan 0,993 detik atas Corvette yang juga diperkuat Tommy Milner.
Kontak di Tikungan 7
Persaingan ketat itu bermula setelah Nikita Johnson, juara Indy NXT yang baru dinobatkan, masuk pit bersama McLaren 720S GT3 EVO nomor 59 dari RLL Team. Johnson sebelumnya menjalankan strategi penghematan bahan bakar dan energi dalam durasi panjang, sehingga posisi terdepan kembali kepada Olsen.
Olsen sendiri sudah menghadapi situasi sulit karena harus berhadapan dengan lalu lintas mobil yang lebih cepat. Ia sempat terjepit di antara dua mobil Grand Touring Prototype (GTP) yang sedang memimpin balapan. Pada lap terakhir, Catsburg mencoba menyalip dari sisi luar menuju Tikungan 7.
Pada saat yang sama, sebuah mobil GTP melakukan manuver menyelam dari sisi dalam kedua mobil GTD Pro. Olsen yang berada di tengah melebar dan bersentuhan dengan Corvette Catsburg hingga mobil tersebut keluar ke area rumput. Kedua pembalap mampu kembali mengendalikan mobil masing-masing, tetapi Olsen tetap melintasi garis finis lebih dahulu.
“Untungnya, kami memiliki Ford Mustang GT3 yang kuat dan tetap bertahan,” kata Olsen. Ia menyebut lap terakhir diwarnai banyak pertarungan dan mengatakan Catsburg merupakan pembalap yang piawai menyerang. Namun, keberadaan mobil GTP di sisi dalam membuat ruang di titik tikungan menjadi sangat sempit.
“Kami mengalami kontak dan kami berada di sisi yang diuntungkan. Rasanya luar biasa bisa meraih kemenangan ini. Kami sudah lama mengejarnya bersama Ben musim ini, untuk tim dan Ford Racing. Saya sangat bangga,” ujar Olsen.
Catsburg tidak mempersoalkan insiden tersebut. Menurut dia, tim telah memintanya berhati-hati pada lap terakhir dan ia hanya akan menyerang jika melihat peluang yang jelas. Catsburg menilai pertarungan dengan Olsen berlangsung adil karena Olsen melebar akibat adanya mobil di sisi dalam.
Strategi pit mengubah jalannya balapan
Selain duel di lap terakhir, strategi pit turut menentukan kemenangan Ford. Tim memasukkan Mustang nomor 64 ke pit sesaat sebelum periode full-course caution, ketika balapan dua jam 40 menit itu menyisakan 65 menit.
“Itu sangat menentukan. Saat Anda masuk pit, selalu ada unsur mengambil risiko,” kata Barker. Ia menilai pit stop lebih awal membantu membentuk jalannya balapan, sementara pit stop terakhir membuat mobil mereka berpindah ke posisi terdepan.
Barker mengakui Ford mungkin bukan mobil tercepat pada hari itu. Namun, menurut dia, tim berhasil memaksimalkan performa yang tersedia dan membawa pulang kemenangan.
Hasil ini menjadi kemenangan ketiga Olsen di IMSA dan kemenangan pertama Barker. Ford Racing juga mencatat kemenangan beruntun di kelas GTD Pro Indianapolis setelah kembali menjadi pemenang untuk tahun kedua berturut-turut.
Meski finis kedua, Catsburg, Milner, dan tim Corvette nomor 4 mengambil alih keunggulan klasemen sementara GTD Pro. Mereka unggul 47 poin atas Neil Verhagen, Connor De Phillippi, dan BMW M4 GT3 EVO nomor 1 dari Paul Miller Racing yang finis keenam. Penentuan gelar akan berlangsung pada seri penutup musim, Motul Petit Le Mans, 3 Oktober di Michelin Raceway Road Atlanta.





