SYAKKAY Rilis ‘Ada Kamu’, Ungkap Rindu untuk Mendiang Ibu

by -61 Views

Single terbaru SYAKKAY, “Ada Kamu”, dirilis pada Jumat, 18 September 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun mendiang ibunya. Bagi penyanyi dan penulis lagu asal Singapura itu, tanggal tersebut dipilih secara sengaja untuk menghidupkan kembali kenangan terhadap sang ibu yang meninggal pada September 2024.

Di permukaan, lagu berdurasi 3 menit 50 detik itu hadir sebagai karya pop dengan melodi dan aransemen yang lembut. Namun, maknanya jauh lebih personal bagi SYAKKAY. Ia menjadikan musik sebagai ruang untuk merawat ingatan dan menyampaikan rasa kehilangan yang masih melekat.

“Orang akan mendengar ini sebagai lagu cinta, dan itu tidak masalah. Bagi saya, ini tentang ibu saya. 18 September adalah hari ulang tahunnya. Saya ingin lagu ini dirilis pada hari tersebut, dua tahun setelah kami kehilangannya. ‘Ada Kamu’ berarti dia masih ada di sini, melalui karya ini,” ungkap pemilik nama asli Syakir tersebut.

Ungkapan rindu dalam karya personal

SYAKKAY menulis, menyanyikan, sekaligus merilis “Ada Kamu” secara mandiri melalui jaringan distribusi DistroKid. Lagu ini memperlihatkan karakter vokalnya sebagai elemen utama, dengan perpaduan unsur pop, soul, dan R&B. Ia juga menggunakan bahasa Indonesia dan Inggris dalam eksplorasi musiknya.

Perilisan single ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai seorang singer-songwriter. Sebelum menghadirkan karya-karya orisinal, SYAKKAY lebih dulu dikenal melalui interpretasi ulang atau cover sejumlah lagu, antara lain “Runtuh”, “Gala Bunga Matahari”, dan “Lihat Kebunku (Taman Bunga)”.

Musisi yang lahir pada 20 Juli 1994 itu sebelumnya telah merilis album penuh bertajuk Masih Beredar pada 2025. Album tersebut memuat sembilan trek, termasuk “Tak Mengapa”, “You Don’t Have to Know”, dan “Arah Pulang”.

Dari memori menjadi musik

“Ada Kamu” melanjutkan kecenderungan SYAKKAY dalam mengolah tema memori, kerinduan, dan perasaan personal ke dalam lagu. Meski dapat diterima pendengar sebagai lagu cinta, karya tersebut memiliki titik berangkat yang sangat spesifik: hubungan dan kenangan bersama ibunya.

Menurut SYAKKAY, sejumlah perasaan terkadang lebih mudah disampaikan melalui nyanyian daripada dijelaskan dengan kata-kata. “Saya terus mengeksplorasi tema memori, kerinduan, serta perasaan yang terkadang lebih mudah dinyanyikan daripada dijelaskan,” katanya.

Source link