Perang Saudara Arab Menggila, Ratusan Tewas, Pengungsi Meledak

by -53 Views

Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah Yaman yang memperoleh dukungan Arab Saudi kembali menelan banyak korban. Sedikitnya 154 orang tewas dalam bentrokan yang berlangsung selama dua hari terakhir di sejumlah wilayah Yaman, menurut keterangan sumber militer dari kedua pihak kepada AFP, Selasa (22/9/2026).

Sumber militer Houthi menyebut 118 orang meninggal akibat rangkaian serangan udara Arab Saudi, pertempuran darat, dan tembakan artileri di Provinsi Taiz, Al-Jawf, Marib, serta Saada. Dari pihak pemerintah Yaman, 36 personel dilaporkan tewas dalam pertempuran tersebut.

Risiko pengungsian lintas Laut Merah

Peningkatan kekerasan itu berlangsung ketika krisis kemanusiaan Yaman belum mereda. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, jumlah warga yang meninggalkan Yaman dengan menyeberangi Laut Merah menuju Djibouti bisa meningkat hingga lebih dari 10.000 orang.

Dalam satu pekan terakhir, lebih dari 3.000 orang telah mencapai Djibouti. Badan pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan arus tersebut berpotensi bertambah signifikan, terutama setelah pertengahan Oktober. Kondisi laut yang saat ini sulit diperkirakan diperkirakan mulai membaik pada periode tersebut.

“Pertempuran yang semakin intensif di Yaman dapat mendorong pengungsian massal yang lebih besar,” kata juru bicara UNHCR, Babar Baloch, kepada wartawan di Jenewa.

Baloch mengatakan UNHCR dan sejumlah mitranya sedang menyiapkan kapasitas untuk menerima kedatangan pengungsi dalam jumlah jauh lebih besar. “Merencanakan kedatangan lebih dari 10.000 orang di Djibouti,” ujarnya.

Ratusan ribu warga terancam terusir

Di dalam Yaman, lebih dari 130.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran terbaru. Jumlah itu diperkirakan dapat meningkat menjadi lebih dari 230.000 orang. Sebelumnya, lebih dari 100.000 warga sipil disebut telah meninggalkan rumah mereka sejak kekerasan kembali meningkat.

Angka tersebut belum mencakup lebih dari 5,2 juta warga Yaman yang sudah berstatus sebagai pengungsi internal sebelum pertempuran terbaru pecah. Pada awal September, Houthi disebut merebut kendali atas garis pantai Laut Merah di Yaman melalui serangan besar yang menewaskan ratusan orang dari kedua pihak.

Perkembangan itu juga mengancam jalur perdagangan global dan mendorong kenaikan harga energi. Pertempuran antara Houthi dan pasukan yang loyal kepada pemerintah berbasis di Aden, dengan sokongan Arab Saudi, kini menambah tekanan terhadap kondisi kemanusiaan di negara tersebut.

Keterbatasan pendanaan bantuan

Baloch memperingatkan, eskalasi konflik memperburuk situasi yang sebelumnya sudah sangat parah. Sekitar 22 juta orang di Yaman saat ini diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Namun, operasi UNHCR di Yaman baru menerima 18 persen dari kebutuhan pendanaan untuk 2026. Lembaga itu membutuhkan tambahan dana mendesak sebesar 25 juta dolar AS untuk memberikan bantuan langsung kepada sekitar 231.000 orang yang terdampak.

Operasi UNHCR di Djibouti juga baru memperoleh 15 persen dari total kebutuhan pendanaan. Tambahan 13,5 juta dolar AS diperlukan untuk memastikan para pengungsi yang tiba memperoleh layanan pendaftaran, penerimaan, perlindungan, serta kebutuhan penting lainnya.

Source link