**Artis Banyuwangi Arif Citenx Rilis ‘Mangan Turu’, Suara Wong Cilik**

by -56 Views

Musisi asal Banyuwangi, Arif Cithenx, memilih musik sebagai cara untuk menyuarakan keresahan masyarakat kecil. Lewat lagu terbaru berjudul “Mangan Turu”, penyanyi yang dikenal dengan julukan Presiden Cah Edan itu mengemas kritik terhadap kondisi sosial dan ekonomi Indonesia dalam irama ska reggae yang ringan, tetapi menyimpan sindiran tajam.

Lagu tersebut resmi dirilis melalui kanal YouTube @PRESIDEN CAH EDAN pada 27 Agustus 2026. Arif menyampaikan sejumlah persoalan yang disebutnya dekat dengan kehidupan rakyat, mulai dari kondisi ekonomi yang sedang sulit, aturan pemerintah yang dirasakan membatasi, hingga praktik korupsi yang membuat uang rakyat tidak sepenuhnya kembali untuk kepentingan publik.

Kritik terhadap aturan dan korupsi

Alih-alih menyampaikan keluhan dengan nada muram, Arif memilih lirik yang lugas dan menggunakan bahasa sehari-hari. Bait pembuka lagu itu langsung menggambarkan kesulitan hidup serta keresahan terhadap kebijakan pemerintah.

“Urip Tansoyo Susah, Dibatesi Pemerintah, Soyo Suwe Lek Ra Betah, Iso Iso Uteke Seng Owah,” demikian penggalan lirik “Mangan Turu”.

Dalam bagian lain, kritik diarahkan kepada pemerintah dan pejabat yang dinilai terlibat dalam persoalan korupsi. Lirik tersebut juga menggambarkan kebingungan dalam mencari solusi ketika masyarakat menghadapi berbagai aturan dan tekanan ekonomi.

“Presidene Rodok Mumet, Rakyate Di Atur Mbulet, Pejabate Akeh Sing Ruwet, Duwek Rakyat Akeh Sing Ke Tilep, Presidene Bingung Solusi, Malah Akeh Oknum Korupsi,” bunyi bagian lagu yang menjadi salah satu sorotan utama.

Melalui lirik itu, Arif menyinggung rentetan kasus korupsi, regulasi yang dianggap menjepit rakyat kecil, serta sikap sebagian masyarakat yang mulai apatis terhadap aturan. Kritik tersebut disampaikan sebagai luapan kegelisahan, bukan melalui uraian panjang, melainkan lewat kalimat pendek yang mudah dipahami dan diingat.

Kritik sosial dalam irama ska

Meski membawa tema berat, “Mangan Turu” tidak dirancang sebagai lagu yang membuat pendengarnya larut dalam tekanan. Arif justru menghadirkan musik dengan ketukan ska reggae yang mengajak bergoyang. Cara itu dipakai untuk membawakan persoalan seperti utang yang menumpuk dan aturan yang membingungkan dalam suasana yang lebih cair.

Dengan pendekatan tersebut, lagu ini memadukan humor, hiburan, dan kritik sosial. Arif tetap mempertahankan gaya tampilnya yang membumi sambil menyuarakan keresahan “wong cilik” atas keadaan bangsa.

Video musik resmi “Mangan Turu” dapat disaksikan di kanal YouTube @PRESIDEN CAH EDAN. Lagu itu menjadi karya terbaru Arif Cithenx dalam menyampaikan pandangannya terhadap persoalan sosial melalui musik yang dekat dengan pendengar.

Source link