Hari Tambang & Energi ke-81: Kebijakan Bahlil 2026

by -44 Views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan terus memperkuat kemandirian energi dan mengoptimalkan kekayaan mineral nasional. Komitmen itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81, Senin, 28 September 2026.

Melalui akun Instagram resminya, Bahlil menyebut agenda tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Selamat Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Sesuai arahan Bapak Presiden @prabowo, kita terus mewujudkan kemandirian energi dan mengoptimalkan kekayaan mineral untuk mendorong Indonesia maju dan sejahtera. Energi Kuat Indonesia Berdaulat,” tulis Bahlil, dikutip Senin (28/9/2026).

Program infrastruktur migas

Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah program strategis pada 2026 yang mencakup sektor minyak dan gas bumi (migas), ketenagalistrikan, energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), serta geologi. Pada sektor migas, total anggaran yang dicatat mencapai sekitar Rp8,42 triliun.

Salah satu proyeknya adalah pembangunan Pipa Gas Bumi Cisem II melalui skema MYC 2024-2026. Proyek ini terdiri atas satu ruas dan satu paket dengan nilai Rp257,06 miliar. Pemerintah juga mengalokasikan Rp2,045 triliun untuk pembangunan Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai MYC 2025-2027 yang mencakup dua ruas dan dua paket.

Selain itu, pembangunan Pipa Gas Cirebon-Bandung dan Semarang-Solo-Yogyakarta dalam skema MYC 2026-2028 mencakup dua ruas dan dua paket. Nilai anggarannya mencapai Rp1,736 triliun.

Program jaringan gas rumah tangga juga masuk dalam daftar prioritas. Jargas Rumah Tangga MYC Tahun Anggaran 2025-2026 ditujukan untuk membangun 119.379 sambungan rumah (SR) dengan anggaran Rp539,5 miliar. Ada pula tambahan jaringan gas sebanyak 41.819 SR senilai Rp328,33 miliar serta tambahan jargas MYC 2026-2028 sebanyak 959.232 SR dengan anggaran Rp3,351 triliun.

Di subsektor lain, pemerintah menyediakan program Konverter Kit (Konkit) untuk petani sebanyak 14.000 paket dengan anggaran Rp150 miliar.

Perluasan akses listrik

Anggaran program strategis Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ditetapkan sebesar Rp10,80 triliun. Porsi terbesar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur listrik desa (Lisdes) Tahun Anggaran 2026 yang mencakup 3.054 lokasi dengan anggaran Rp10,338 triliun.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp465,92 miliar bagi program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program tersebut ditujukan untuk 225.000 rumah tangga.

EBTKE dan penguatan geologi

Untuk sektor EBTKE, anggaran program strategis mencapai Rp541,35 miliar. Dana tersebut mencakup pembangunan 39 unit pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) senilai Rp458,09 miliar dan tiga unit pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) melalui MYC Tahun Anggaran 2025-2026 dengan anggaran Rp53,26 miliar.

Kementerian ESDM turut menyiapkan pemetaan potensi dan pengawasan EBT (ABT) di 34 provinsi dengan anggaran Rp30 miliar. Sementara itu, Badan Geologi memperoleh alokasi Rp60,32 miliar untuk pengadaan Kapal Geomarin V melalui skema MYC Tahun Anggaran 2026-2027.

Source link