Videfly baru-baru ini merilis analisis tentang kesalahan umum yang sering dilakukan oleh UMKM pemula dalam menentukan harga produk mereka. Menurut Videfly, kesalahan ini dapat berdampak negatif pada daya jual produk di pasar yang kompetitif. COO Videfly, Abram Ardhiya, menekankan pentingnya strategi dalam menentukan harga sebagai faktor krusial yang memengaruhi persepsi nilai produk dan minat pembeli.
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan oleh UMKM adalah meniru harga kompetitor tanpa perhitungan matang. Hal ini dapat mengakibatkan kerugian dan sulit mencapai titik impas. Selain itu, menetapkan harga terlalu murah demi “ramah di kantong” juga dapat merusak citra merek dan sulit untuk menaikkan harga di kemudian hari. UMKM juga sering kali tidak memperhitungkan biaya promosi dan diskon dalam menentukan harga jual mereka, yang menyebabkan margin keuntungan menipis dan sulit untuk ikut program promo besar.
Pilihan harga yang terlalu banyak untuk produk serupa juga bisa membingungkan pembeli dan mengurangi minat pembelian. Oleh karena itu, penting untuk menawarkan harga yang jelas, stabil, dan menonjolkan perbedaan nilai produk secara visual atau melalui deskripsi. UMKM juga sering kali tidak melakukan tes respons pasar sebelum menetapkan harga, padahal hal ini penting untuk menemukan harga optimal yang sesuai dengan pasar.
Abram Ardhiya juga menyarankan agar UMKM memanfaatkan konten video untuk memperkuat nilai produk dan menarik perhatian pembeli. Videfly hadir untuk membantu UMKM membuat video produk secara otomatis yang dapat membuat produk terlihat lebih profesional, dipercaya, dan meningkatkan daya jualnya. Dengan komitmen untuk mendukung UMKM dalam meningkatkan daya saing mereka di pasar digital, Videfly menawarkan 5 koin gratis untuk video pertama setiap pengguna. Sudah tersedia juga informasi mengenai Videfly di VRITIMES.





