Bittersweet Festival 2025: Selebrasi Fermentasi Nusantara di FHI Jakarta

by -136 Views

Koperasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa) kembali menghadirkan Bittersweet Festival 2025 sebagai panggung kolaboratif untuk produk fermentasi artisan Indonesia. Festival ini diadakan dalam acara Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) mulai 22 hingga 25 Juli 2025. Tema festival ini adalah “From Heritage to Hospitality” yang mengunggulkan Arak Bali, Cokelat Bean-to-Bar, dan Bir Kriya. Partisipan tergabung dalam Paviliun Fermenusa untuk memperkenalkan produk fermentasi Indonesia kepada buyer, distributor, dan media internasional.

Arak Bali menjadi sorotan dengan kehadiran tujuh jenama unggulan yang mewakili inovasi dan pelestarian warisan budaya Bali. Sementara itu, cokelat bean-to-bar diwakili oleh Onuka Chocolate dan Lile Chocolate yang menampilkan cokelat murni dari Indonesia Timur. Di sektor bir kriya, Islands of Imagination, Island Brewing & Black Sand Brewery, Tumage Craft Beer, dan Beaches Brewery & Co. turut berpartisipasi dengan karakter tropis dan eksperimental.

Bittersweet Festival bukan hanya pameran produk, melainkan gerakan budaya dan ekonomi yang membanggakan fermentasi sebagai identitas Indonesia. Acara ini juga menawarkan sesi tasting, diskusi terbuka, dan pertemuan bisnis antara artisan lokal dengan pelaku industri HORECA. Gerai retail Kontenermart juga turut mendukung festival ini sebagai spesialis produk impor yang melihat potensi produk fermentasi nusantara.

Menurut Bambang Britono, Ketua Fermenusa, festival ini adalah bentuk nyata dari komitmen untuk mempromosikan fermentasi sebagai identitas budaya dan kekuatan ekonomi Indonesia. Melalui Bittersweet Festival 2025, Fermenusa mengajak semua pihak untuk melihat fermentasi Indonesia sebagai masa depan yang penuh peluang. Berawal sebagai gerakan pada tahun 2016, Gerakan Fermentasi Nusantara kini menjadi Koperasi Fermentasi Nusantara untuk memajukan industri fermentasi Indonesia melalui sains, teknologi, dan komersialisasi.

Source link