Tentara Bayaran AS Memburu Gangster, Tumpas Bandit Hingga Lenyap

by -116 Views

Pendukung terkemuka Donald Trump, Erik Prince, telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Haiti untuk membawa pasukan penjaga keamanan swasta milik perusahaannya, Vectus Global, ke negara tersebut selama 10 tahun. Bertujuan untuk melawan geng kriminal dan memulihkan sistem pengumpulan pajak, Prince berharap dapat mengendalikan jalan-jalan utama dari pengaruh geng sambil meningkatkan keamanan di Haiti. Vectus juga akan bekerja sama dengan polisi setempat dan melibatkan pejuang terlatih dari AS, Eropa, dan El Salvador dalam operasi tersebut.

Erik Prince merupakan pendiri perusahaan keamanan militer Blackwater dan merupakan mantan anggota U.S. Navy Seal. Sebelumnya, Blackwater terlibat dalam insiden kontroversial di Irak di mana beberapa karyawan perusahaan tersebut dihukum karena membunuh warga sipil tak bersenjata. Meskipun demikian, Trump memutuskan untuk memaafkan para pelaku tersebut selama masa jabatannya sebagai presiden AS.

Selain Haiti, Prince juga memberikan saran kepada Ekuador dalam memerangi geng kriminal dan mencapai kesepakatan dengan Republik Demokratik Kongo terkait keamanan dan pengenaan pajak atas kekayaan mineral di negara tersebut. Meskipun kontroversial, operasi-operasi tersebut hampir tidak akan mungkin terlaksana tanpa persetujuan dari pemerintahan Trump.

Dengan demikian, rencana keberadaan pasukan penjaga keamanan swasta AS di Haiti dapat memiliki dampak yang signifikan bagi keamanan dan stabilitas negara tersebut. Meskipun masih menimbulkan kontroversi, peran Prince dalam memerangi kejahatan terorganisir dan mengembalikan ketertiban di Haiti mungkin akan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Source link