Optimalkan Irigasi di Lahan Pertanian: Kementerian PU Tegaskan Penyelesaian Bendungan Jragun

by -111 Views

Pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah mencapai progres 87,8% per 10 Agustus 2025 dan terus dipercepat. Proyek nasional ini memiliki fungsi vital dalam menopang ketahanan pangan, memastikan ketersediaan air baku, dan mengendalikan potensi banjir di sekitarnya.

Bendungan ini dirancang sebagai “irigasi premium” untuk lahan pertanian seluas 4.528 hektare di Kabupaten Demak dan Grobogan. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan harapannya bahwa dengan suplai air yang terjamin, produktivitas pertanian di area tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Selain berfungsi untuk pertanian, Bendungan Jragung juga akan menjadi sumber air baku dengan kapasitas total 1.000 liter per detik, yang akan didistribusikan ke tiga wilayah, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak. Infrastruktur ini juga penting sebagai pengendali banjir yang akan melindungi area seluas 3.858 hektare dari banjir saat musim penghujan.

Proyek yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sejak Oktober 2020 dijadwalkan akan memulai penggenangan pada Juli 2026. Dengan kapasitas tampung 90 juta meter kubik dan luas genangan 451 hektare, diharapkan bahwa bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Selain itu, ada rencana untuk mengembangkan bendungan ini menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.

Penyelesaian Bendungan Jragung merupakan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur multifungsi untuk kemakmuran rakyat, mendukung sektor pertanian, menyediakan air bersih, dan melindungi masyarakat dari bencana. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bertanggung jawab atas proyek ini dan bertujuan untuk mengoptimalkan manfaat bendungan ini bagi masyarakat.

Source link