Pemberontak Umumkan Gencatan Senjata: Akhir Perang Saudara Arab?

by -68 Views

Konflik yang sudah sangat merugikan Sudan karena terjerumus dalam kelaparan kini memasuki tahap baru setelah Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), kepala Pasukan Dukungan Cepat (RSF) Sudan, mengumumkan gencatan senjata kemanusiaan selama tiga bulan secara sepihak pada Senin malam (24/11/2025). Keputusan ini diambil sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump minggu lalu yang berencana melakukan intervensi untuk mengakhiri konflik yang telah menelan korban puluhan ribu warga sipil sejak April 2023. Jenderal Dagalo menganggap langkah ini sebagai respons terhadap upaya diplomatik global yang telah dilakukan.

Meskipun Jenderal Dagalo mengumumkan gencatan senjata, sikap tersebut berbeda jauh dengan pendekatan Kepala Angkatan Darat Sudan (SAF), Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Burhan sehari sebelumnya menolak proposal perdamaian yang diajukan oleh kelompok Quad, dengan alasan proposal tersebut bertujuan melemahkan tentara Sudan sambil RSF dibiarkan mempertahankan wilayah yang telah direbut oleh mereka. Hal ini menimbulkan ketegangan antara pihak terlibat dalam mediasi.

Di sisi lain, situasi kemanusiaan di Sudan semakin memburuk seiring kebuntuan politik yang terjadi. Konflik tidak hanya berdampak pada kerusakan langsung, tetapi juga menyebabkan krisis kelaparan yang meluas di wilayah tersebut. RSF juga mendapat kritik tajam karena tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap warga sipil setelah berhasil merebut kota al-Fashir.

Dengan berlanjutnya konflik dan situasi kemanusiaan yang semakin memburuk, dibutuhkan langkah-langkah tegas dan kerjasama global untuk mengakhiri kekerasan serta memulihkan keadaan di Sudan. Semoga gencatan senjata yang diumumkan oleh Jenderal Dagalo menjadi langkah awal menuju perdamaian dan stabilitas di Sudan yang sangat terpukul ini.

Source link