Intel AS Beberkan 20.000 Orang Berkeliaran di Suriah Pasca Bubarnya Kamp ISIS

by -82 Views

Badan intelijen Amerika Serikat (AS) mencatat bahwa sekitar 15.000 hingga 20.000 orang, termasuk afiliasi ISIS, kini berada di Suriah setelah eksodus besar-besaran dari Kamp Al-Hol. Situasi ini terjadi setelah keamanan Al-Hol runtuh dalam beberapa pekan terakhir menyusul kekalahan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang selama ini menjaga kamp dengan dukungan AS. Para ahli keamanan mengkhawatirkan bahwa istri-istri pejuang ISIS di kamp tersebut dapat membesarkan generasi militan berikutnya.

Kamp Al-Hol dulunya menampung lebih dari 70.000 orang setelah kekhalifahan ISIS hancur pada 2019. Namun, pada akhir 2025, jumlah penghuninya hanya tersisa sekitar 23.000 orang. Pasca pengambilalihan kendali oleh pemerintah Suriah bulan lalu, lebih dari 20.000 orang dilaporkan melarikan diri dari kamp tersebut. Penyimpangan ini dianggap karena buruknya pengelolaan kamp oleh pemerintah Suriah dan lemahnya pengawasan keamanan.

Pemerintah Suriah di bawah kepemimpinan Presiden Ahmed al-Sharaa berupaya memantau para ekstremis yang melarikan diri dan mengintegrasikan mereka kembali ke masyarakat. Namun, penarikan pasukan AS dan perubahan strategi kontra-terorisme menuai kritik dari berbagai pihak. Meski pemerintah Suriah menunjukkan kesediaan untuk berkolaborasi dengan AS dalam mengatasi terorisme, namun kemampuan mereka dalam hal ini terbatas akibat infrastruktur dan personel yang terbatas.

Meskipun tidak semua penghuni Al-Hol terkait dengan ISIS, namun upaya pelarian yang masif menyebabkan kerusuhan di kamp. Pemerintah Suriah berusaha memindahkan keluarga-keluarga terakhir dari Al-Hol ke kamp pengungsian yang lebih memadai. Badan pengungsi PBB memfasilitasi pemulangan warga Irak dari kamp tersebut, sehingga diprediksi bahwa Al-Hol akan segera kosong.

Source link