Sejak debut Cadillac, tim ke-11 F1, Sergio Perez dan Valtteri Bottas telah berhasil mencapai garis finis dalam dua balapan berturut-turut di China dan Jepang. Di Suzuka, Perez dan Bottas berhasil mengalahkan Aston Martin yang kesulitan dan berhasil menghindari posisi paling belakang di grid. Mereka berada sekitar 2,3 detik di belakang pebalap terdepan dalam sesi kualifikasi pertama dan terpaut satu detik dari tim lain di tengah grid yang luas untuk musim 2026. Cadillac telah meraih puncak pertamanya namun kini dihadapkan pada tantangan selanjutnya, yaitu berkompetisi dengan rival-rivalnya untuk masuk ke kelas tengah grid. Tim ini memperkenalkan bagian baru pertamanya di Jepang, yaitu diffuser yang direvisi untuk menambah downforce belakang, namun mereka masih perlu menemukan lebih dari satu detik untuk menyamai tim-tim seperti Alpine, Williams, Racing Bulls, dan Haas.
Sergio Perez menyatakan bahwa untuk bersaing dengan tim-tim lain, Cadillac harus fokus pada pengembangan yang agresif. Dengan struktur tim yang baik, mereka berharap dapat membuat kemajuan signifikan. Pat Symonds, konsultan teknis Cadillac, yakin tim ini memiliki alat yang tepat untuk meningkatkan mobilnya, diawasi oleh chief technical director Nick Chester.
Dalam tiga balapan pertama musim ini, Cadillac sudah memperkenalkan beberapa upgrade, seperti diffuser baru yang memberikan downforce lebih di bagian belakang mobil tanpa mengganggu keseimbangan. Hal tersebut menunjukkan bahwa tim ini memiliki potensi untuk masuk ke kelas tengah grid F1. Dengan strategi pengembangan yang agresif dan prosedur yang kuat, Cadillac siap bersaing dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam beberapa balapan ke depan.





