Penyelidikan Medan Listrik Saat Taksi Mogok di Bekasi Timur

by -196 Views

Puslabfor Dalami Kaitan Mesin Taksi Green SM dengan Perlintasan Rel Kereta di Bekasi Timur

Sopir Baru Masuk Kerja di Hari Ketiga

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan melakukan pendalaman terkait berhenti beroperasinya mesin taksi Green SM di perlintasan rel kereta di Bekasi Timur. Hal ini terkait dengan kasus kecelakaan kereta yang menimpa Penumpang di Bekasi Timur. Menurut Budi, mesin taksi beralih ke posisi parkir saat berada di atas rel, dan hal ini perlu diteliti untuk melihat kemungkinan pengaruh medan listrik dan medan magnet terhadap mesin tersebut.

Budi juga mengkonfirmasi bahwa sopir taksi listrik tersebut, yang bernama RRP, dinyatakan negatif oleh tes urine terkait konsumsi alkohol. RRP sendiri baru masuk kerja di hari ketiga saat kecelakaan tragis terjadi. Dia mengaku hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja, yang hanya mencakup fitur dasar kendaraan listrik. Hingga saat ini, RRP masih berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kecelakaan Maut yang Menewaskan 16 Orang

Insiden kecelakaan yang mengakibatkan kematian 16 orang penumpang terjadi karena mogoknya taksi Green SM di perlintasan rel akibat gangguan sistem kelistrikan. Mobil tersebut kemudian bertabrakan dengan Kereta Rel Listrik (KRL) yang sedang melintas. Akibat kejadian ini, satu rangkaian KRL tujuan Cikarang terpaksa berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur. Namun, ironisnya, rangkaian KRL tersebut justru ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Source link