Rupiah Undervalued: Bos BI Sebut Sempat Tembus Rp 17.400/USD

by -153 Views

Gubernur BI: Rupiah Berpotensi Menguat ke Depan

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa saat ini nilai tukar rupiah berada di bawah nilai fundamentalnya, yang artinya masih mengalami undervalued. Meski begitu, Perry optimis bahwa rupiah masih memiliki potensi untuk menguat ke depan.

Hal ini disampaikan dalam sesi program Squawk Box CNBC Indonesia yang dilakukan pada Rabu, 06 Mei 2026.

Rupiah Undervalued: Apa Artinya?

Menurut Perry Warjiyo, undervalued adalah kondisi di mana nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai sebenarnya berdasarkan faktor-faktor fundamental ekonomi. Hal ini bisa membuat mata uang suatu negara menjadi lebih murah dibandingkan kondisi idealnya.

Dampak dari undervalued ini bisa beragam, mulai dari potensi untuk menguatnya nilai tukar rupiah ke depan, hingga menarik investor asing untuk membeli aset dalam mata uang rupiah karena dianggap “menguntungkan”.

Rupiah Masih Punya Peluang

Meski sedang undervalued, Perry Warjiyo memberikan keyakinan bahwa rupiah masih memiliki peluang untuk menguat ke depan. Hal ini bisa didorong oleh berbagai faktor, seperti kondisi eksternal dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh BI.

Sehingga, meskipun saat ini rupiah masih di bawah nilai fundamentalnya, tetapi investor dan pelaku pasar tetap dapat melihat potensi yang dimiliki oleh mata uang Indonesia ini.

Source link