Penjualan Barang Ilegal Meningkat: Apa yang Perlu Anda Ketahui

by -40 Views






Minimarket Records Losses Due to Illegal Imports, Security Measures Tightened

Menteri Keuangan Siapkan Strategi untuk Jaga Tren Pertumbuhan Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyiapkan deretan startegi untuk menjaga tren pertumbuhan cepat ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026. Ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026, menjadi catatan pertumbuhan secara tahunan tercepat sejak kuartal III-2022.

“Kunci pertumbuhan di Q2 adalah daya beli masyarakat dijaga, yang kedua adalah belanja pemerintah tetap digalakkan. Terus kita efisienkan sistem dunia bisnis disini, jadi kita perbaiki iklim investasi,” kata Purbaya di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Fokus Pencegahan Masuknya Barang Impor Ilegal

Salah satu fokus upaya Purbaya menjaga tren pertumbuhan ialah menjaga iklim usaha di Indonesia tetap sehat. Menurutnya, aktivitas barang impor ilegal dari luar negeri kembali marak dan perlu dijaga pasar domestik. Walaupun Bea Cukai sudah bekerja lebih keras, upaya pencegahan masuknya barang impor ilegal diperlukan.

Upaya Purbaya mendapatkan dukungan dari Kepala Badan Keamanan Laut atau Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah. Mereka berencana untuk menyinergikan peran Bakamla dalam mengamankan penerimaan negara, khususnya di wilayah perairan Indonesia.

Kerjasama Bakamla dan Bea Cukai

Irvansyah mengajak Purbaya supaya bisa menyinergikan perang pengawasan kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan Bakamla, khususnya yang melalui jalur perairan Indonesia. Salah satu bentuk upaya kerja sama yang ia usulkan ke Purbaya ialah patroli laut gabungan hingga berbagi informasi terkait aktivitas ilegal di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Irvansyah, selama ini Bakamla juga sudah terlibat melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas penyelundupan di jalur laut. Meski belum mau mengungkapkan nilai pengamanan potensi kerugian negara yang telah ditindak, ia hanya menyebut salah satu kasusnya terkait penyelundupan tekstil dari negara-negara tetangga.

Irvansyah juga menyinggung penyelundupan hewan ternak, narkoba, hingga mainan anak. “2025 ya, sekitar mulai 2024 itu. Tekstil sama baju bekas yang kebanyakan dari Malaysia,” tegasnya.

(arj/arj)


Source link