Perang Iran: Bumerang Trump saat AS Kehabisan Rudal Andalan

by -85 Views







Penyusutan Persediaan Rudal AS Akibat Konflik dengan Iran

Penyusutan Persediaan Rudal AS Akibat Konflik dengan Iran

Jakarta, CNBC Indonesia – Persediaan rudal utama militer Amerika Serikat (AS) terus menyusut seiring memanasnya kembali konflik dengan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi potensi perang lain, termasuk jika terjadi konflik dengan China maupun Korea Utara. Hal ini diungkapkan oleh analis pertahanan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus mantan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian.

Menurut Cancian, pada fase awal konflik yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury, militer AS telah menghabiskan ribuan rudal presisi jarak jauh serta rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan Iran. Para analis juga menyebutkan bahwa kondisi stok amunisi saat ini jauh dari ideal dan proses pemulihan persediaan amunisi diperkirakan akan berlangsung lama.

Penyusutan Persediaan Amunisi AS

Analisis CSIS menunjukkan bahwa hingga pertempuran besar dengan Iran mereda pada April lalu, Pentagon telah menghabiskan sebagian besar stok pencegat rudal balistik THAAD, rudal pertahanan udara Patriot, serta rudal jelajah Tomahawk. Meski gencatan senjata sempat memberikan ruang bagi Pentagon untuk menghemat persediaan, kemampuan mengisi kembali stok masih sangat terbatas.

Persiapan Pengembalian Persediaan Amunisi

Meskipun Pentagon telah memulai langkah-langkah untuk memperluas kapasitas industri pertahanan, peneliti memperkirakan bahwa pengisian kembali persediaan amunisi akan memerlukan waktu yang cukup lama. AS juga berupaya untuk mengurangi beban produksi dengan memberikan lisensi kepada negara mitra, namun proses tersebut tidak berlangsung dengan cepat.

Meski demikian, Pentagon menegaskan bahwa militer AS masih memiliki kemampuan penuh untuk menjalankan seluruh operasi yang diperintahkan Presiden. Namun, para analis memperingatkan bahwa pengurasan stok rudal secara terus-menerus dapat mengikis daya tangkal AS dalam jangka panjang.

Pada titik tertentu, efektivitas deterrence terhadap China maupun Korea Utara juga bisa terpengaruh jika persediaan senjata terus terkikis, menurut analis.

Sumber: CNBC Indonesia


Source link