Peringkat Utang RI Dipertahankan oleh S&P: Purbaya Berjalan Lancar

by -84 Views

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebahagiaannya setelah lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan peringkat kredit atau utang Indonesia. Menurut dia, keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dan prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil menunjukkan lembaga pemeringkat utang itu jujur dan benar.

Juara Kebijakan Fiskal Indonesia Versi S&P

“Jadi pengumuman S&P ini memberi indikasi jelas bahwa lembaga internasional yang jujur, benar, prudent dan independen melihat kebijakan kita baik,” tegas Purbaya saat berbicara di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa.

Purbaya menganggap, dengan penilaian S&P terhadap tata kelola fiskal pemerintah ini, otomatis menjatuhkan anggapan negatif yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa pemerintah saat ini ugal-ugalan dalam mengelola APBN.

Positif di Tengah Kesulitan Ekonomi

“Kita ambil positif dari rating S&P ini. Dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera berita negatif, rating kita turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, sehingga ada kesan bahwa peringkat kita diturunkan bukan outlook saja,” tegas Purbaya.

Menurut Purbaya, kini pemerintah akan lebih percaya diri dalam mengkomunikasikan keberhasilan dalam mengelola fiskal, terutama menjaga defisit APBN tetap di bawah batas aman UU Keuangan Negara 3% PDB dan rasio utang di bawah 60% PDB.

“Dengan berita ini kita bisa mulai lebih berani ceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal, dan lain-lain, termasuk ke rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja, tidak mundur lagi. Jadi bukan Indonesia cemas tapi menuju Indonesia emas,” paparnya.

“Jadi ke depan kami tetap minta didukung dalam hal yang sama agar pemerintah bisa jalankan anggarannya secara prudent, dan tidak menyeleweng di sana sini,” tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

“Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,” tulis S&P dalam laporannya.

Optimisme Pemerintah Indonesia

Dalam laporan yang dirilis, S&P menilai pelemahan indikator ekonomi Indonesia masih bersifat sementara dan berpotensi membaik. Penerimaan pemerintah diharapkan pulih dan penerimaan ekspor meningkat akibat kenaikan harga komoditas.

“Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam diperkirakan akan memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah,” tulis S&P.

S&P juga percaya bahwa pemerintah akan menjaga batas defisit fiskal 3% terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan yang penting.

(arj/arj)

Source link