Ambang Perang: Presiden Dievakuasi dari Negara dengan Kendaraan Lapis Baja

by -46 Views

Presiden Taiwan Dievakuasi dalam Latihan Perang Tahunan

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Taiwan, Lai Ching-te, melakukan perjalanan larut malam menggunakan kendaraan pengangkut personel lapis baja menuju pusat komando militer. Evakuasi darurat ini merupakan bagian dari latihan perang tahunan Han Kuang selama 10 hari yang resmi dimulai pada hari Rabu.

Simulasi Komando Operasi Pertahanan Negara

Kantor kepresidenan pada hari Kamis merilis potret yang memperlihatkan Lai mengenakan pelindung tubuh dan helm militer saat memasuki bagian belakang kendaraan lapis baja. Juru bicara kepresidenan, Karen Kuo, menjelaskan bahwa Lai beserta timnya sedang melakukan simulasi komando operasi pertahanan negara.

“Mereka melakukan latihan memimpin operasi pertahanan dan menjaga kelangsungan fungsi pemerintah selama situasi darurat,” ungkapnya. Latihan tersebut juga ditujukan untuk meninjau struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme tanggap darurat dalam menghadapi berbagai keadaan tak terduga.

Partisipasi Perdana Presiden Lai dalam Skenario “Wan Chun”

Manuver ini menandai partisipasi perdana Lai sebagai presiden sejak menjabat pada tahun 2024 dalam skenario yang disebut pemerintah sebagai rencana “Wan Chun” atau beban yang sangat besar. Rencana evakuasi darurat pemimpin Taiwan ke tempat aman ini telah ada sejak era Perang Dingin.

Saat itu, mantan Presiden Chiang Kai-shek hidup dalam ketakutan yang konstan akan adanya serangan langsung dari saingan utamanya, Mao Zedong. Chiang dan pemerintah Republik China melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949 setelah komunis Mao memenangkan perang saudara, di mana hingga kini tidak ada perjanjian damai yang pernah ditandatangani.

Taiwan yang menolak keras klaim kedaulatan Beijing telah lama mengkhawatirkan kemungkinan China melakukan operasi pemenggalan atau penargetan para pemimpin tinggi selama perang.

Latihan Han Kuang dan Persiapan Taiwan

Dalam latihan Han Kuang kali ini, pasukan dan peralatan militer telah disebar ke seluruh wilayah Taiwan untuk menguji sistem serta taktik baru. Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa latihan besar-besaran ini akan menggunakan format skenario berkelanjutan untuk mempertajam respons unit di lingkungan pertempuran yang realistis.

Sebagai bagian dari persiapan komprehensif, Taiwan juga akan secara sengaja memperlambat kecepatan internet seluler warganya pada pekan depan. Uji coba pertama ini bertujuan untuk melihat bagaimana warga sipil berkomunikasi jika bandwidth menjadi sangat langka dalam keadaan darurat seperti bencana maupun invasi China.

Source link