Janji Proyek Tol Sumatra: Solid dan Berkelanjutan

by -41 Views

BUMN Fokus di Sektor Konstruksi dan Infrastruktur

Meskipun menghadapi berbagai persoalan terkait keuangan, sejumlah perusahaan BUMN di sektor konstruksi dan infrastruktur turut menjadi fokus reformasi BPI Danantara. Menurut Chief Operating Officer BPI Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, dari 7 perusahaan karya, hanya 3 di antaranya yang tergolong sehat, yaitu Nindya Karya, Brantas Abipraya, dan Hutama Karya. Sementara sisanya masih menghadapi berbagai persoalan fundamental terkait utang konsolidasi yang mencapai Rp 180 Triliun dari induk dan anak usaha.

Transformasi Perusahaan BUMN

Dalam upaya penyelesaian masalah tersebut, Dony Oskaria menargetkan bahwa pada akhir 2026, persoalan BUMN karya dapat diselesaikan secara menyeluruh. BPI Danantara juga telah melakukan berbagai kerjasama dengan instansi terkait seperti Kejaksaan, BPKP, Kemenkum, KPK, hingga Kemendagri untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan BUMN.

Melalui konsolidasi BUMN Karya, perusahaan BUMN di sektor konstruksi dan infrastruktur akan difokuskan pada bisnis kontraktor. Hal ini dilakukan dengan menghilangkan bisnis tambahan seperti fiber optik, properti, air, hingga hotel. Transformasi ini diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk kelanjutan pembangunan Tol Sumatra yang merupakan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta.

Perkembangan Reformasi BUMN

Dengan berbagai langkah yang diambil oleh BPI Danantara, terlihat bahwa reformasi perusahaan BUMN di sektor konstruksi dan infrastruktur diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Melalui fokus pada bisnis utama dan kerjasama lintas instansi, diharapkan persoalan keuangan yang dihadapi BUMN karya dapat terselesaikan dan tidak terulang di masa yang akan datang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembahasan ini, simak dialog Andi Shalini dengan Chief Operating Officer BPI Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dalam program Squawk Box, CNBC Indonesia. (Kamis, 27 Agustus 2026)

Source link