Sindikat Pencuri Modus Ganjal ATM di Jakarta Barat Belajar Secara Otodidak
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi mengungkapkan bahwa sindikat pencuri yang berhasil menguras uang hingga Rp205 juta dengan modus ganjal mesin ATM belajar aksi kriminalnya secara otodidak. Mereka terdiri dari empat orang yang menggunakan puluhan kartu ATM palsu yang dicetak khusus untuk menipu korban di gerai ATM.
Modus Operandi Sindikat Pencuri
Dari keempat anggota sindikat, satu orang memantau dari luar, sementara dua orang lainnya siaga di dalam gerai ATM. Mereka menggunakan tusuk gigi untuk mengganjal slot kartu ATM sehingga korban tidak bisa memasukkan kartunya. Kemudian, mereka menawarkan bantuan palsu kepada korban dan dengan cepat mengganti kartu asli korban dengan kartu palsu yang telah disiapkan.
Setelah korban memasukkan kartu palsu dan mengetikkan PIN, anggota sindikat lainnya mencatat PIN tersebut. Dengan informasi tersebut, para pelaku segera menuju mesin ATM lain untuk menguras rekening korban. Mereka mencetak banyak kartu ATM palsu untuk digunakan sebagai modal dalam aksi kriminal mereka.
Penangkapan dan Pengembangan Kasus
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung menjelaskan bahwa para pelaku mengaku baru melakukan aksinya dua kali. Polisi berhasil mengungkap aksi terakhir pada bulan Februari setelah menerima laporan korban dan memantau gerakan pelaku.
Saat ini, kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mendalami kasus ini. Para tersangka tidak memiliki latar belakang dalam pekerjaan perbankan, tetapi mereka belajar secara mandiri untuk menguasai keterampilan mengganjal mesin dan memalsukan kartu.
Para pelaku memanfaatkan jasa tempat percetakan umum untuk mencetak kartu palsu mereka. Polisi juga menyampaikan bahwa mereka akan terus melakukan pendalaman guna mengidentifikasi potensi lokasi kejahatan lainnya.





